Dolar Bertahan Kuat, The Fed dan Risiko Iran Jaga Permintaan Haven
Dolar AS secara global masih bertahan kuat pada Kamis, diperdagangkan dekat level tertinggi sekitar empat bulan. Indeks dolar (DXY) berada di kisaran 100,11–100,16, mencerminkan pasar yang masih menempatkan USD sebagai tempat berlindung di tengah eskalasi perang Iran dan volatilitas energi.
Dukungan utama datang dari dua kanal. Pertama, meningkatnya risiko geopolitik dan gangguan infrastruktur energi mendorong mode risk-off, sehingga permintaan likuiditas dolar kembali menguat. Kedua, arah kebijakan The Fed dinilai belum memberi ruang pelonggaran cepat, membuat pasar menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga dan menjaga yield tetap relatif tinggi.
Reuters juga mencatat penguatan DXY sudah bertambah sekitar 2,5% sejak perang pecah akhir Februari, menegaskan bahwa arus haven masih dominan ke aset dolar.
Dampak ke pasar
FX: mata uang importir energi cenderung lebih rentan saat minyak tinggi dan USD kuat; yen juga sensitif karena fokus pasar beralih ke BoJ setelah The Fed.(CP)
Sumber: Newsmaker.id