Dolar Datar, Risiko Hormuz dan Bank Sentral Jadi Fokus
Dolar AS bergerak tanpa arah yang jelas pada Selasa (17/3) ketika investor mengalihkan fokus ke rangkaian rapat bank sentral, di tengah ketidakpastian perang di Timur Tengah dan prospek harga minyak. Indeks dolar naik tipis 0,05% ke 99,90, setelah sempat menyentuh 100,54 pada Jumat, tertinggi sejak Mei 2025.
Risiko energi tetap menjadi tema utama. Minyak bertahan di atas US$100 per barel karena kekhawatiran pasokan saat Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, meski kontrak crude sempat turun pada sesi sebelumnya setelah beberapa kapal dilaporkan berhasil melintas. Iran juga meluncurkan serangan baru ke Uni Emirat Arab pada Selasa, jenis serangan terhadap sekutu AS di Teluk yang menurut Presiden Donald Trump tidak diperkirakan.
Pasar kini mencari petunjuk apakah dunia kembali ke dinamika ala 2022, ketika bank sentral menjalankan siklus pengetatan agresif. The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan pada Rabu, disusul ECB, BoE, dan BoJ sehari setelahnya. Keempatnya diperkirakan menahan suku bunga, namun investor akan mencermati nada pernyataan terkait respons terhadap guncangan perang dan inflasi energi. Trader kini mem-price in hampir dua kali kenaikan suku bunga ECB pada 2026, berbalik tajam dari peluang pemangkasan sekitar 50% sebelum konflik.
Di pasar mata uang utama, euro turun 0,15% ke US$1,1490, setelah pada Senin menyentuh US$1,1409, terendah sejak Agustus 2025. Yen melemah ke 159,31 per dolar, mendekati level psikologis 160, meski otoritas Jepang memberi peringatan verbal. Sejak perang dimulai akhir Februari, yen turun lebih dari 2% terhadap dolar. Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengatakan inflasi inti bergerak naik menuju target 2% dan menekankan kenaikan harga perlu ditopang pertumbuhan upah.
Barclays menilai kenaikan minyak lanjutan, penutupan Hormuz yang berkepanjangan, dan hasil rapat BoJ yang dovish dapat mendorong USD/JPY menguji 160 dan kemudian area intervensi valas 2024 di sekitar 161. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama kembali menyatakan pemerintah siap mengambil langkah tegas menghadapi volatilitas pasar.
Sementara itu, dolar Australia nyaris tidak berubah setelah bank sentral Australia menaikkan suku bunga lewat keputusan tipis. AUD terakhir naik 0,05% ke 0,7074 setelah sempat menguat ke 0,7095 di awal sesi. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id