Dolar Tergelincir—The Fed “Dipanggil” DOJ Bikin Pasar Panik
Dolar AS melemah tajam pada Senin (12/1), mencatat penurunan terbesar dalam hampir tiga minggu setelah Federal Reserve menghadapi panggilan pengadilan dari Departemen Kehakiman AS. Situasi ini memunculkan lagi kekhawatiran pasar: apakah kebijakan moneter mulai terseret tekanan politik.
Indeks Spot Dolar Bloomberg turun sekitar 0,3%, dan berpotensi menjadi koreksi harian paling dalam sejak 23 Desember. Pelemahan terjadi setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengungkap bahwa bank sentral telah menerima panggilan pengadilan, memicu reaksi cepat di pasar mata uang.
Bagi investor, inti masalahnya bukan sekadar proses hukum—melainkan efeknya ke kepercayaan. Jika independensi bank sentral dipertanyakan, pasar akan menilai arah suku bunga dan kebijakan bisa menjadi kurang “murni” berbasis data, sehingga risiko di dolar meningkat.
Kondisi ini juga mengancam sentimen yang sempat terbentuk di awal tahun, ketika pasar opsi terlihat cukup bullish pada dolar. Dengan munculnya “risiko institusional” baru, sebagian pelaku pasar mulai mengurangi posisi agresif dan memilih lebih defensif.
Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada perkembangan lanjutan isu ini, serta data ekonomi AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Selama ketegangan soal independensi The Fed masih bergulir, volatilitas di dolar berpotensi tetap tinggi. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id