Dolar AS Tertekan, Yen Menguat di Tengah Sesi Natal
Dolar AS mengalami penurunan untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Rabu (24/12), dengan indeks dolar Bloomberg turun 0,1%, mencapai level terendah sejak 3 Oktober. Perdagangan relatif tenang menjelang liburan Natal, namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan dolar. Salah satunya adalah penurunan klaim tunjangan pengangguran AS yang tercatat 214.000 minggu lalu, meskipun ini mencerminkan fluktuasi musiman yang biasa terjadi pada waktu-waktu ini setiap tahun.
Salah satu mata uang yang mendapat keuntungan besar terhadap dolar adalah yen Jepang (JPY), yang menguat 0,3% menjadi 155,80. Yen menjadi salah satu pemenang terbesar di antara mata uang G-10, terutama setelah Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, mengungkapkan bahwa Jepang memiliki "kebebasan penuh" untuk mengambil tindakan terhadap pergerakan mata uang yang tidak sesuai dengan fundamental ekonomi.
Selain itu, pasangan mata uang USD/CAD juga mengalami penurunan, turun 0,1% menjadi 1,3670, mencatatkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut. Di sisi lain, USD/CHF naik 0,2% menjadi 0,7890, menjadikan franc Swiss sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di antara negara-negara G-10, diikuti oleh euro yang juga melemah 0,1% menjadi 1,1780. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id