Dolar Naik, Tapi Ada Batasnya?
Indeks Dolar AS (DXY) melanjutkan kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut dan bergerak di sekitar 98,60 pada perdagangan Eropa Jumat(19/12). Pelaku pasar kini menunggu rilis Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk Desember, yang bisa memberi petunjuk tambahan soal arah ekonomi dan pergerakan dolar.
Meski menguat, ruang kenaikan dolar dinilai bisa terbatas karena pasar makin mempertimbangkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed setelah inflasi AS turun di bawah perkiraan. Data menunjukkan CPI AS November melambat ke 2,7% (di bawah perkiraan 3,1%) dan core CPI tercatat 2,6% (di bawah perkiraan 3,0%), menjadi laju paling lambat sejak 2021. Sejalan dengan itu, CME FedWatch memperlihatkan peluang suku bunga ditahan pada rapat Januari sekitar 73,3%, sementara peluang pemangkasan 25 bps naik menjadi 26,6%.
Di sisi politik, Presiden AS Donald Trump menyatakan ketua The Fed berikutnya akan mendukung penurunan suku bunga “secara signifikan” dan ia akan segera mengumumkan pengganti Ketua Fed saat ini, Jerome Powell. Pernyataan ini menambah perhatian pasar, karena arah kepemimpinan The Fed ke depan bisa memengaruhi ekspektasi kebijakan dan pergerakan dolar. (az)
Sumber: Newsmaker.id