• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

16 December 2025 03:52  |

Dolar Melemah Tipis VS Yen Jelang Data AS

Dolar AS melemah tipis terhadap sejumlah mata uang pesaing, termasuk yen dan franc Swiss, pada hari Senin (15/12) di tengah pekan yang penuh dengan keputusan bank sentral dan rilis data ekonomi AS yang berpotensi memberi gambaran lebih jelas tentang arah kebijakan jangka pendek Federal Reserve.

Dolar terakhir tercatat turun 0,31% terhadap yen, dan diperdagangkan di level 155,345 per dolar. Bank of Japan (BoJ) secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada hari Jumat, sehingga memberi keuntungan bagi yen dibandingkan dolar AS yang bisa kehilangan dukungan jika pemangkasan suku bunga di AS mulai terealisasi lebih awal tahun depan.

“Tim ekonom kami mengubah proyeksi menjadi ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ di bulan Desember dalam skenario dasar,” tulis analis Goldman Sachs yang dipimpin Alexandra Kanter dalam sebuah catatan kepada investor. “Panduan (forward guidance) akan menjadi kunci untuk arah jangka pendek, dan laporan terbaru menunjukkan bahwa kemungkinan BoJ akan mengurangi penekanan pada perkiraan tingkat suku bunga netral bank tersebut.”

BoJ diperkirakan akan tetap mempertahankan komitmen untuk terus menaikkan suku bunga, namun menekankan bahwa kecepatan kenaikan akan bergantung pada bagaimana perekonomian merespons setiap langkah kenaikan, menurut sumber yang dikutip Reuters.

Bank sentral lain seperti Bank of England (BoE) dan Bank Sentral Eropa (ECB) juga akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter mereka pekan ini. Pasar hampir sepenuhnya memproyeksikan pemangkasan suku bunga oleh BoE seiring inflasi Inggris yang akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara ECB diperkirakan akan menahan suku bunga tetap. Para pelaku pasar mulai berspekulasi bahwa kenaikan suku bunga justru bisa muncul di ECB pada tahun 2026.

Poundsterling turun 0,12% ke $1,33645, menghapus kenaikan sebelumnya, sementara euro naik tipis 0,06% ke $1,174775 dalam perdagangan yang bergejolak, dan berada di jalur menuju kenaikan empat sesi beruntun. “Untuk BoE, menurut saya ini akan sangat menarik. Keputusan untuk memangkas suku bunga akan sangat ketat,” kata Joseph Capurso, ahli strategi valas di Commonwealth Bank of Australia. “Risikonya, data inflasi yang keluar pekan ini bisa mengurangi pricing pasar untuk pemangkasan lanjutan.”

Data pertumbuhan upah Inggris dijadwalkan rilis pada hari Selasa dan data inflasi konsumen (CPI) pada hari Rabu.

DATA AS JADI FOKUS

Serangkaian data ekonomi AS yang sebelumnya tertunda akibat penutupan pemerintahan akan dirilis, memberi investor pandangan yang sudah lama dinantikan mengenai kondisi ekonomi terbesar di dunia tersebut. Laporan ketenagakerjaan November (jobs report) akan dirilis pada hari Selasa, dan angka inflasi pada hari Kamis.

The Fed yang terbelah baru saja memangkas suku bunga pekan lalu, namun Ketua Jerome Powell memberi sinyal bahwa biaya pinjaman tidak mungkin turun lebih jauh dalam waktu dekat.

Inflasi yang masih berada di atas target saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan dinamika permintaan dan penawaran yang mendasari, yang menurutnya menghasilkan kenaikan harga yang sebenarnya sudah lebih dekat ke target 2% bank sentral, kata Gubernur The Fed Stephen Miran pada hari Senin, dengan menegaskan bahwa “harga kini sekali lagi stabil.”

“Pertanyaannya sekarang, apakah tema utama (kebijakan) akan berubah secara dramatis akibat data-data tertunda yang baru kita terima pekan ini,” kata Eugene Epstein, kepala trading & structured products untuk Moneycorp Americas. “Saat ini, AS dan mayoritas negara G10 seperti dua kapal yang berpapasan di malam hari jika bicara kebijakan suku bunga 2026. Di AS, ceritanya: ‘berapa lama bank sentral akan menunggu sebelum pemotongan berikutnya’, sedangkan di banyak negara maju lain, ceritanya: ‘berapa lama bank sentral akan menunggu sebelum mulai menaikkan suku bunga’,” jelas Epstein.

Dolar naik 0,16% menjadi 0,79725 terhadap franc Swiss. Indeks dolar (DXY), yang mengukur kinerja dolar terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro, turun tipis 0,09% menjadi 98,318.

Di Skandinavia, Riksbank Swedia dan Norges Bank Norwegia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah setelah rapat kebijakan mereka pekan ini. Mata uang krona Swedia menguat 0,48% ke 9,3009 per dolar, sementara terhadap krona Norwegia, dolar naik 0,34% ke 10,1582.

Di pasar kripto, Bitcoin melanjutkan tren pelemahannya dan berada di jalur penurunan empat sesi beruntun. Terakhir, Bitcoin turun 2,56% ke $86.205,11. Ether juga melemah 4,72% ke $2.936,89.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai