Dolar Perpanjang Pelemahan Mingguan Sejak Agustus
Indeks dolar versi Bloomberg berada di jalur penurunan tiga minggu berturut-turut, periode terpanjang sejak Agustus, karena faktor musiman dan penyesuaian posisi mendorong pergerakan investor menjelang rilis data penting inflasi dan pasar tenaga kerja AS pekan depan.
Bloomberg Dollar Spot Index naik kurang dari 0,1% pada sesi hari ini, tetapi masih turun secara mingguan. Secara keseluruhan, indeks ini sudah melemah sekitar 0,9% sepanjang Desember, yang secara historis memang cenderung menjadi bulan yang lemah bagi mata uang AS.
Dolar Kanada (loonie) menjadi salah satu yang berkinerja lebih baik pada hari ini, dengan pasangan USD/CAD turun 0,1% ke level 1,3756. Di sisi politik, Partai Liberal yang dipimpin Perdana Menteri Mark Carney selangkah lebih dekat untuk meraih mayoritas di parlemen setelah seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif membelot, yang merupakan kejadian kedua dalam dua bulan terakhir.
Pasangan EUR/USD bergerak nyaris datar di 1,1735, namun masih mencatat kenaikan sekitar 0,8% dalam sepekan—menjadi penguatan mingguan terbaik pasangan tersebut sejak Juli. Sementara itu, poundsterling melemah 0,1% sehingga GBP/USD berada di sekitar 1,3376. Sebelumnya, data menunjukkan bahwa ekonomi Inggris berisiko mengalami kontraksi kuartalan pertama sejak Partai Buruh kembali berkuasa.
Di Asia, pasangan Pasangan USD/JPY naik 0,2% ke 155,95. Serikat pekerja industri otomotif Jepang akan mengajukan target kenaikan upah yang sedikit lebih ambisius dalam putaran negosiasi mendatang dibandingkan tahun sebelumnya.(yds)
Sumber: Bloomberg