Dolar AS Melemah, Pasar Menunggu “Ujian” Klaim Pengangguran
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak melemah ke area 98,55 pada sesi Asia Kamis pagi, melanjutkan penurunan setelah keputusan The Fed di pertemuan Desember. Tekanan jual muncul karena bank sentral AS kembali memangkas suku bunga acuan 25 bps ke kisaran 3,50%–3,75%, pemangkasan ketiga berturut-turut sejak September. Nada kebijakan yang kurang hawkish dibanding perkiraan membuat minat terhadap dolar berkurang dan mendorong investor beralih ke aset berisiko.
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral kini berada pada posisi yang “cukup nyaman” untuk menunggu dan melihat perkembangan ekonomi, serta menilai kenaikan suku bunga ke depan bukan skenario dasar. Proyeksi terbaru pejabat Fed masih hanya menunjukkan satu kali pemangkasan lagi tahun depan, sama seperti perkiraan September, namun pernyataan kebijakan memberi sinyal bahwa Fed cenderung menahan suku bunga dulu dalam waktu dekat. Bagi pasar, kombinasi pemangkasan suku bunga dan sinyal jeda ini terbaca sebagai paket yang lebih dovish dari ekspektasi awal, sehingga menekan DXY.
Dari sisi probabilitas kebijakan, pelaku pasar kini menilai sekitar 78% peluang Fed menahan suku bunga bulan depan, naik dari sekitar 70% sebelum pengumuman, berdasarkan CME FedWatch Tool. Artinya, meski siklus pemangkasan masih terbuka di 2026, untuk jangka pendek pasar mulai mengunci skenario “pause dulu, baru lihat data”. Ini ikut menjaga imbal hasil obligasi jangka pendek tetap tertekan dan membuat dolar sulit menguat agresif dalam beberapa sesi ke depan.
Fokus berikutnya tertuju pada rilis Initial Jobless Claims AS yang akan dirilis Kamis malam. Konsensus memperkirakan klaim pengangguran baru naik ke sekitar 220.000 dari 191.000 sebelumnya. Jika data keluar lebih lemah dari ekspektasi (klaim lebih tinggi), tekanan pada dolar bisa berlanjut karena menguatkan narasi perlambatan pasar tenaga kerja. Sebaliknya, jika klaim justru lebih rendah dari perkiraan dan menunjukkan pasar kerja masih tangguh, hal itu bisa membantu membatasi pelemahan DXY dan memicu koreksi naik jangka pendek pada dolar AS.(asd)
Source: Newsmaker.id