Dolar AS Stabil Jelang Keputusan The Fed
Indeks dolar AS bergerak mendatar di dekat level 99,00 pada Rabu (10/12), karena pelaku pasar mata uang memilih menunggu hasil keputusan suku bunga The Fed sebelum ambil posisi besar.
Kenaikan dolar yang sempat terjadi sebelumnya mulai memudar, seiring pasar bersiap terhadap skenario “hawkish cut” — The Fed memangkas suku bunga, tapi dengan pesan bahwa mereka belum tentu akan melanjutkan pemangkasan agresif ke depan. Karena pemangkasan sudah banyak di-price in, ruang penguatan dolar dari sisi kejutan positif jadi relatif terbatas.
Secara teori, pemangkasan suku bunga cenderung melemahkan dolar karena imbal hasil aset berdenominasi dolar menjadi lebih rendah dan kurang menarik bagi investor global. Namun, kalau Jerome Powell menyampaikan nada yang tegas dan hati-hati soal inflasi dan prospek pemangkasan berikutnya, pelemahan dolar bisa tertahan.
Di sisi lain, jika data tenaga kerja AS pekan depan kembali lemah, tekanan ke dolar bisa muncul lagi karena memperkuat narasi bahwa ekonomi AS sedang mendingin lebih cepat dari yang diakui pembuat kebijakan. Secara musiman, bulan Desember juga cenderung kurang bersahabat buat dolar, sehingga menambah tekanan tambahan bagi indeks untuk bertahan di sekitar level 99.
Di pasar pasangan utama, EUR/USD bergerak sekitar 1,1630 dan masih tertahan oleh area resistance sampai ada kejelasan arah dari The Fed. GBP/USD melemah ke area 1,33 karena trader mengurangi risiko dan memilih posisi lebih ringan menjelang keputusan suku bunga.
Indeks dolar sendiri saat ini berada dekat dengan rata-rata pergerakan 50, 100, dan 200 harian, sehingga pernyataan The Fed malam ini berpotensi jadi pemicu pergerakan besar berikutnya: apakah dolar akan menembus naik lagi, atau melanjutkan tren pelemahannya.(yds)
Sumber: Tradingview.com