Dolar Melemah di Tengah Ekspektasi Baru Cut Rate Fed; Euro Menguat
Dolar AS melemah tipis pada hari Senin (24/11), yang menghapus sebagian kenaikan minggu lalu setelah komentar dari pejabat berpengaruh The Fed, John Williams, mendorong para trader meningkatkan taruhan pada kemungkinan pemangkasan suku bunga bulan depan.
Pada pukul 04.00 ET (09.00 GMT), Indeks Dolar yang mengukur kinerja dolar terhadap enam mata uang utama, turun 0,1% menjadi 100,077, setelah mencatat kenaikan sekitar 1% minggu lalu.
Dolar Turun Ditengah Meningkatnya Ekspektasi Cut Rate
Optimisme terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember meningkat setelah John Williams dari The Fed New York menyatakan bahwa penyesuaian kebijakan dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin kini melonjak menjadi sekitar 69%, dari sekitar 44% seminggu sebelumnya berdasarkan CME FedWatch Tool.
Namun, risalah rapat terakhir The Fed menunjukkan beberapa pejabat masih menilai inflasi terlalu tinggi, membuat hasil keputusan Desember tetap tidak pasti.
Fokus pasar minggu ini — yang lebih pendek karena libur — akan tertuju pada data ekonomi AS, termasuk rilis penjualan ritel September pada Selasa dan laporan Beige Book pada Rabu. Setiap tanda perlambatan pasar tenaga kerja dapat memperkuat peluang pemangkasan suku bunga Desember.
Euro Didukung oleh Kemajuan Pembicaraan Damai Ukraina–Rusia
Di Eropa, pasangan EUR/USD naik 0,2% ke 1,1531, didorong oleh perkembangan positif menuju kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia.
AS dan Ukraina melanjutkan pembahasan rencana mengakhiri perang setelah menyepakati perubahan pada proposal sebelumnya yang dinilai terlalu menguntungkan Moskow.
Kedua pihak menyatakan telah menyusun “kerangka perdamaian yang diperbarui” setelah pertemuan di Jenewa pada hari Minggu, meski detailnya belum diungkapkan.
Indeks Iklim Bisnis Ifo Jerman turun menjadi 88,1 pada November dari 88,4 pada Oktober, menunjukkan ekonomi terbesar zona euro masih melemah.
Analis ING mengatakan, “Kami agak terkejut melihat EUR/USD masih tertahan dekat 1,1500, tetapi mungkin investor lebih nyaman mengekspresikan sentimen positif euro melalui EUR/CHF dibandingkan EUR/USD.”
Pasangan GBP/USD turun ke 1,3096, dengan pound tetap tertekan menjelang pengumuman anggaran Rabu nanti — di mana Menteri Keuangan Rachel Reeves harus menyeimbangkan antara dukungan pertumbuhan dan menjaga kepercayaan pasar terhadap target fiskal Inggris.
Yen Masih Diawasi untuk Potensi Intervensi
Di Asia, pasangan USD/JPY naik 0,2% ke 156,71, dengan yen tetap tertekan setelah menyentuh level terendah dalam beberapa bulan. Ekspektasi bahwa Bank of Japan mungkin mempertahankan atau bahkan melonggarkan kebijakan turut menekan yen, terutama karena pemerintahan baru yang dipimpin Sanae Takaichi berfokus pada kebijakan fiskal-monetar yang ekspansif.
Peringatan keras dari pejabat Jepang mengenai kemungkinan intervensi membantu menahan pelemahan yen, sementara libur nasional Jepang membuat aktivitas perdagangan lebih tipis — kondisi yang sering membuka peluang intervensi karena likuiditas rendah dapat memengaruhi pergerakan pasar lebih besar.
Pasangan USD/CNY bergerak stabil di 7,1064, sementara pasangan AUD/USD naik 0,1% menjadi 0,6465, terbantu oleh meningkatnya selera risiko global.(yds)
Sumber: Reuters.com