Pengangguran Naik, Tapi Dolar Naik – Ada Apa?
Indeks dolar bertahan di atas level 100 pada Jumat(21/11) dan diperkirakan naik hampir 1% sepanjang pekan. Penguatan ini terjadi karena pasar semakin yakin Federal Reserve tidak akan memangkas suku bunga pada pertemuan Desember. Laporan penggajian nonpertanian AS yang tertunda dan dirilis Kamis menunjukkan lapangan kerja bertambah pada September, namun tingkat pengangguran justru naik ke 4,4%, level tertinggi dalam empat tahun. Data yang campur aduk ini dinilai tidak cukup kuat untuk mengubah pandangan The Fed dalam waktu dekat.
Karena laporan tersebut menjadi data pasar tenaga kerja terakhir sebelum rapat FOMC Desember, banyak pelaku pasar sekarang memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di level saat ini. Ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh penutupan pemerintahan AS juga membuat bank sentral cenderung lebih hati-hati. Gubernur Fed Michael Barr menegaskan bahwa The Fed harus melangkah pelan dalam mempertimbangkan pemotongan suku bunga tambahan, mengingat inflasi masih berada di atas target 2%.
Di pasar valas, dolar mengakhiri minggu ini dalam posisi kuat terhadap hampir semua mata uang utama. Penguatan terbesar tercatat terhadap yen Jepang, dolar Selandia Baru (kiwi), dan dolar Australia (aussie). Kinerja ini menegaskan bahwa, meski data ekonomi AS tidak sepenuhnya meyakinkan, dolar tetap menjadi pilihan utama investor di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global. (az)
Sumber: Newsmaker.id