GBP/USD menguat karena sentimen risk-on
GBP/USD melanjutkan tren kenaikannya untuk sesi ketiga berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 1,3570 selama jam-jam Asia pada hari Selasa. Pasangan mata uang ini melayang di dekat level tertinggi 39 bulan di 1,3593, yang dicapai pada hari Senin
Pasangan mata uang ini terus menguat karena Dolar AS (USD) melemah karena meningkatnya kekhawatiran atas masalah utang Amerika Serikat (AS).
Greenback menghadapi tantangan karena meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) meningkatkan selera risiko para pedagang.
Presiden AS Donald Trump memperpanjang batas waktu tarif untuk Uni Eropa (UE) dari 1 Juni hingga 9 Juli setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada hari Minggu. Pada hari Jumat, Trump mengancam akan mengenakan tarif 50% untuk impor dari Uni Eropa (UE).
Selain itu, Dolar AS menarik minat para penjual karena Amerika Serikat (AS) menghadapi kekhawatiran atas defisit fiskal menjelang "One Big Beautiful Bill" Trump yang akan dibahas di Senat.
Menurut Congressional Budget Office (CBO), RUU tersebut diperkirakan akan meningkatkan defisit sebesar $3,8 miliar karena akan memberikan keringanan pajak atas pendapatan tip dan pinjaman mobil buatan AS.(cay)
Sumber: Fxstreet