The Fed Ngerem, GBP/USD Malah Ngebut
Pasangan GBP/USD hari ini menguat tajam dan sempat menembus level tertinggi tujuh minggu, naik kembali mendekati area 1,3400. Pemicunya datang dari Amerika: The Fed kembali memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya berturut-turut, sesuai dengan yang sudah diperkirakan pasar. Yang bikin dolar makin tertekan bukan cuma pemotongan bunganya, tapi juga gaya komunikasi Jerome Powell yang sangat hati-hati. Dia mengisyaratkan bahwa ke depan The Fed bisa masuk fase “tunggu dan lihat dulu”, alias tidak agresif menaikkan suku bunga lagi.
Dari sisi proyeksi resmi, The Fed hanya memprediksi satu kali pemotongan suku bunga untuk tahun depan, jadi terlihat ingin tetap konservatif. Tapi pasar nggak terlalu “patuh” sama skenario resmi ini. Pelaku pasar suku bunga justru sudah memperkirakan dua atau lebih pemotongan pada 2026, artinya mereka percaya The Fed pada akhirnya akan lebih dovish daripada yang diakui sekarang. Selain itu, Powell juga menegaskan bahwa kenaikan suku bunga hampir tidak ada di atas meja, dan ini dibaca pasar sebagai sinyal jelas bahwa era kenaikan bunga sudah berakhir.
Dampaknya ke GBP/USD:
– Dolar AS melemah, karena suku bunga yang turun dan ekspektasi pemotongan lebih lanjut mengurangi daya tarik aset berdenominasi dolar.
– Pound Inggris otomatis diuntungkan, sehingga GBP/USD terdorong naik.
Sementara itu, pasar saham global cenderung stabil karena keputusan The Fed sesuai ekspektasi, membantu meredakan ketegangan jelang akhir tahun. Kombinasi: Fed yang makin hati-hati, peluang kenaikan bunga yang tipis, dan pasar yang sudah mem-price in pemotongan lebih agresif, semuanya menjadi bahan bakar utama penguatan GBP/USD hari ini. (az)
Sumber: Newsmaker.id