• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

27 March 2025 13:08  |

Euro Stabil Meskipun Tarif Otomotif Trump Menambah Kekhawatiran Perang Dagang

Euro bangkit dari level terendah tiga minggu yang dicapai pada hari Kamis (27/3) setelah Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif 25% pada mobil dan truk ringan impor mulai minggu depan, bahkan ketika prospek perang dagang habis-habisan meredupkan sentimen risiko.

Reaksi pasar mata uang terhadap bea masuk sebagian besar tidak terlalu terasa, dengan sebagian besar aksi berpusat di sekitar harga saham produsen mobil.

Euro naik 0,3% pada $1,078625 setelah menyentuh level terendah tiga minggu pada $1,0733 pada perdagangan awal. Yen sedikit menguat pada 150,17 per dolar.

Peso Meksiko melemah 0,5% menjadi 20,2054 per dolar AS pada jam perdagangan Asia. Dolar Kanada datar dan melemah pada 1,4261 per dolar AS. AS mengimpor produk otomotif senilai $474 miliar pada tahun 2024, termasuk mobil penumpang senilai $220 miliar. Meksiko, Jepang, Korea Selatan, Kanada, dan Jerman, yang semuanya merupakan sekutu dekat AS, merupakan pemasok terbesar.

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di angka 104,29, turun 0,33% pada hari itu. Indeks tersebut menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu pada sesi sebelumnya.

Fokus investor sekarang akan tertuju pada tarif timbal balik yang akan diumumkan minggu depan. Trump mengindikasikan bahwa tindakan tersebut mungkin bukan pungutan serupa yang telah dijanjikannya untuk diberlakukan.

Investor khawatir bahwa bea perdagangan akan menghambat pertumbuhan AS dan berpotensi memicu kembali inflasi, meskipun prospek tarif yang lebih rendah dari yang dikhawatirkan telah meningkatkan sentimen baru-baru ini.

Presiden Federal Reserve St. Louis Alberto Musalem mengatakan pada hari Rabu bahwa ada kemungkinan inflasi akan lebih tinggi dan pertumbuhan lebih rendah dari yang diharapkan dan tidak ada urgensi bagi Fed untuk memangkas suku bunga. Dolar Australia naik 0,21% menjadi $0,6311, sementara dolar Selandia Baru naik 0,23% menjadi $0,5742.

Sterling menguat 0,26% menjadi $1,2919, pulih dari penurunan 0,45% pada sesi sebelumnya karena para pedagang mempertimbangkan pernyataan musim semi dari menteri keuangan Rachel Reeves.

Reeves memangkas rencana pengeluarannya dalam pembaruan anggaran pada hari Rabu yang memberikan sedikit kepastian kepada para investor.

Data pada hari Rabu juga menunjukkan inflasi Inggris mendingin ke tingkat tahunan 2,8% pada bulan Februari dari 3,0% pada bulan Januari. Itu di bawah ekspektasi analis sebesar 2,9%, meskipun analis memperingatkan harga energi dan kenaikan pajak akan mendorong tingkat itu kembali naik menuju 4% tahun ini. (Arl)

Sumber : Reuters

Related News

EUR/USD

EUR/USD Bersiap Menghadapi Keputusan Suku Bunga ECB

EUR/USD melonjak pada hari Rabu, naik 1,75% dan menyentuh level 1,0800 karena sentimen risiko meningkat menyusul perubahan ar...

6 March 2025 07:19
EUR/USD

EUR/USD Terus Berkonsolidasi di Tengah Kelesuan Pasar

EUR/USD diperdagangkan dalam kisaran sempit di sekitar 1,0400 pada sesi Eropa hari Jumat (27/12) di tengah perdagangan yang s...

27 December 2024 16:31
EUR/USD

EUR/USD Turun Di Tengah Kekhawatiran Potensi Perang Dagang U...

EUR/USD terkoreksi mendekati 1,0860 pada jam perdagangan Eropa pada hari Kamis (13/3). Pasangan mata uang utama ini turun kar...

13 March 2025 19:10
EUR/USD

EUR/USD Melemah Karena Daya Tarik USD Menguat Akibat Kekhawa...

EUR/USD anjlok mendekati 1,0420 pada sesi Amerika Utara hari Selasa (28/1). Pasangan mata uang utama ini melemah karena Dolar...

28 January 2025 21:09
BIAS23.com NM23 Ai