EUR/USD Bertahan Di Posisi Positif Mendekati 1,0450, Fokus Pada Risalah FOMC
Pasangan EUR/USD membukukan kenaikan moderat ke sekitar 1,0450 selama jam perdagangan Asia pada hari Rabu(19/2), didukung oleh melemahnya Dolar AS (USD). Namun, kekhawatiran tarif dan negosiasi Rusia-Ukraina yang menegangkan dapat meningkatkan Greenback, mata uang safe haven, dan membatasi kenaikan pasangan mata uang utama tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Selasa malam bahwa ia kemungkinan akan mengenakan tarif pada impor mobil, semikonduktor, dan farmasi sekitar 25%, dengan pengumuman yang akan dilakukan paling cepat pada tanggal 2 April.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan tidak ada kesepakatan damai yang dapat dibuat untuk saat ini. Ia menunda kunjungannya ke Arab Saudi yang direncanakan pada hari Rabu hingga 10 Maret untuk menghindari pemberian "legitimasi" pada pembicaraan AS-Rusia. Ketidakpastian, ketegangan geopolitik, dan ancaman tarif dapat mengangkat USD dan bertindak sebagai pendorong bagi pasangan mata uang tersebut.
Investor menunggu rilis Risalah FOMC untuk pertemuan bulan Januari, yang akan dirilis pada hari Rabu. Laporan ini dapat memberikan beberapa petunjuk tentang bagaimana para pembuat kebijakan mempertimbangkan risiko perang dagang global.
Di seberang lautan, Indeks Sentimen Ekonomi ZEW Zona Euro mencapai 24,2 pada bulan Februari dibandingkan dengan 18,0 sebelumnya, yang tidak sesuai dengan estimasi. Meningkatnya spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan memangkas suku bunga tiga kali tahun ini dapat membebani Euro (EUR).(ads)
Sumber: FXStreet