Sentimen Negatif Tekan Aussie
Nilai tukar dolar Australia (AUD) melemah di sesi Asia hari ini, dengan pasangan AUD/USD bergerak mendekati level 0.6600. Tekanan datang setelah rilis data ekonomi Australia yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Meski indeks industri AiG naik ke -13,2 di bulan September, angka ini masih mencerminkan kondisi yang terkontraksi. Sementara itu, PMI manufaktur juga turun ke 51,4, menandakan pertumbuhan yang melambat.
Bank sentral Australia (RBA) memutuskan menahan suku bunga di level 3,6% pada pertemuan terbaru. Gubernur RBA, Michele Bullock, menyebut bahwa inflasi memang sedikit lebih tinggi dari perkiraan, tapi belum mengkhawatirkan. Ia juga menyampaikan bahwa bank sentral belum akan memberikan arahan ke depan sampai data ekonomi bulan November dirilis.
Tekanan terhadap AUD sedikit tertahan karena dolar AS juga sedang lesu, menyusul data tenaga kerja AS yang mengecewakan. Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed di bulan Oktober hampir 97%, dengan kemungkinan lanjutan di bulan Desember sebesar 76%, menurut CME FedWatch Tool.
Situasi makin rumit dengan ancaman shutdown pemerintah AS, yang berpotensi membuat 750.000 pegawai federal diliburkan. Jika shutdown terjadi, data penting seperti laporan pekerjaan bulanan juga akan tertunda, yang membuat arah kebijakan moneter AS semakin tidak pasti. Ini bisa membuat volatilitas AUD/USD tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan. (az)
Sumber: Newsmaker.id