Dolar Australia Naik di Tengah Pelemahan Greenback
Dolar Australia naik ke sekitar 0,646 pada hari Senin, didukung oleh melemahnya greenback di tengah kekhawatiran investor atas langkah-langkah tarif Presiden AS Donald Trump. Pada hari Jumat, Trump mengumumkan rencana untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium—dari 25% menjadi 50%—yang berlaku mulai 4 Juni. Pengumuman tersebut, bersama dengan meningkatnya ketegangan perdagangan AS–Tiongkok, memperdalam kecemasan investor atas perlambatan pertumbuhan dan meningkatnya tekanan inflasi.
Di Australia, data menunjukkan sektor manufaktur melemah untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Mei, jatuh ke level terendah sejak Februari—tanda perlambatan aktivitas industri. Selain itu, penjualan ritel secara tak terduga menurun pada bulan April, yang menyoroti meningkatnya kehati-hatian konsumen. Poin-poin data ini memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter yang berkelanjutan oleh Reserve Bank of Australia.(ayu)
Sumber: Trading Economics