Perak Melemah Jelang Data Inflasi AS
Harga perak (XAG/USD) melemah pada Jumat, 24/10/25. Pada perdagangan pagi WIB, perak bergerak di kisaran $48,66/oz, menandai lanjutan pelemahan dan tetap di jalur penurunan mingguan yang tajam setelah reli besar pekan lalu. Pelemahan ini didorong aksi ambil untung (profit-taking) dan kekhawatiran valuasi yang sudah terlalu tinggi.
Sebelumnya, reli perak ditopang permintaan safe haven dan optimisme jangka panjang atas penggunaan industri—dari EV, data center, hingga surya—serta ketatnya pasokan yang sempat memicu “squeeze” di London. Namun, ketegangan pasokan itu mulai mereda, ikut menekan harga perak pekan ini.
Di sisi geopolitik, pelaku pasar mencermati rencana pertemuan Trump–Xi pada Kamis (30 Oktober) di sela rangkaian agenda APEC di Korea Selatan—sentimen dagang yang lebih baik bisa mengurangi dorongan lindung nilai pada logam mulia.
Dari AS, pasar menunggu rilis data inflasi hari ini dan menilai implikasinya terhadap peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada rapat 28–29 Oktober. Inflasi yang tetap tinggi bisa menahan penguatan logam mulia dalam jangka pendek, sementara prospek pemangkasan suku bunga tetap jadi penopang di horizon berikutnya.
Ke depan, arah perak akan sensitif terhadap pergerakan dolar AS jelang/ususai rilis inflasi serta perkembangan dagang AS–Tiongkok. Dolar yang stabil/lebih kuat biasanya menekan logam mulia, sedangkan pelemahan dolar berpotensi membuka ruang rebound.(asd)
Sumber: Newsmaker.id