Perak Terkoreksi Di Tengah Penguatan Dolar Akibat Drama Politik Global
Perak (XAG/USD) bergerak hati-hati di sekitar $48.3 troy ons pada perdagangan sesi Eropa hari Selasa (7/10), meski masih bertahan dekat level tertinggi lebih dari 14 tahun seiring minat “safe haven” masih kuat namun dorongan Dolar AS sesekali menekan harga. Latar belakangnya masih risk-off: penutupan pemerintah AS berlanjut dan menunda rilis data resmi, membuat pelaku pasar lebih mengandalkan sinyal alternatif sambil menilai prospek pemangkasan suku bunga The Fed yang tinggi bulan ini. Dalam kondisi seperti ini, reli logam mulia tetap mendapat penopang meski USD sesekali menguat.
Faktor politik global ikut mempertebal permintaan lindung nilai. Di Eropa, krisis politik Prancis kembali memanas setelah PM Sébastien Lecornu mundur, memicu kekhawatiran fiskal dan menekan sentimen euro. Di Asia, kemenangan Sanae Takaichi sebagai pemimpin LDP menekan yen karena pasar menilai langkah normalisasi BOJ bisa tertunda. Kombinasi ini menambah volatilitas valas dan mengangkat daya tarik aset keras seperti emas dan perak sebagai diversifikasi risiko portofolio.
Ke depan, fokus pasar tertuju pada probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed (diamati lewat CME FedWatch) dan durasi shutdown karena keduanya memengaruhi dolar dan imbal hasil Treasury—dua penentu utama arah perak jangka pendek. Selama ekspektasi pelonggaran moneter tetap tinggi dan ketidakpastian politik bertahan, bias dasar perak cenderung positif, meski ruang konsolidasi tetap terbuka mengingat reli tajam belakangan ini. Level psikologis $49–$50 per ons dipantau sebagai area uji berikutnya oleh pelaku pasar. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id