Perak Mempertahankan Posisi Di Sekitar $34,50 Karena Permintaan Safe Haven
Harga perak (XAG/USD) bergerak naik setelah membukukan kerugian dalam dua sesi berturut-turut sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $34,50 per troy ounce selama jam perdagangan Asia pada hari Kamis (05/06) Harga logam mulia, termasuk perak, telah didukung oleh arus safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan politik global.
Aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak didukung setelah rilis data ekonomi yang lemah dari Amerika Serikat (AS), yang memperkuat kemungkinan Federal Reserve (Fed) memangkas suku bunga setidaknya dua kali pada tahun 2025.
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Layanan Institute for Supply Management (ISM) turun menjadi 49,9 pada bulan Mei, dari 51,6 pada bulan April. Angka ini secara mengejutkan lebih rendah dari yang diharapkan yaitu 52,0. Sementara itu, lapangan kerja sektor swasta ADP AS meningkat sebesar 37.000 pada bulan Mei, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 60.000 (direvisi dari 62.000) yang tercatat pada bulan April, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 115.000.
Para pedagang kemungkinan akan mengamati Neraca Perdagangan AS dan Klaim Pengangguran Awal mingguan di sesi Amerika Utara nanti. Fokus akan beralih ke Nonfarm Payrolls hari Jumat untuk wawasan lebih lanjut tentang prospek kebijakan Fed.
Presiden AS Donald Trump meminta Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell dalam sebuah posting yang diterbitkan di Truth Social pada hari Rabu untuk menurunkan suku bunga kebijakan. “ANGKA ADP SUDAH KELUAR!!! Powell yang ‘Mendiang’ sekarang harus MENURUNKAN SUKU BUNGA. Dia hebat!!! Eropa telah memangkasnya SEMBILAN KALI,” kata Trump.
Pada hari Rabu, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mencatat bahwa pasar tenaga kerja menunjukkan beberapa tanda-tanda perlambatan. Namun, ketidakpastian masih ada dalam perekonomian, dan Fed harus mempertahankan sikap menunggu dan melihat untuk menilai bagaimana perekonomian merespons ketidakpastian tersebut.(ayu)
Sumber: FXStreet