Perak Dekati Rekor $95,5 di Tengah Tensi Geopolitik
Harga perak (XAG/USD) bergerak di sekitar $95,50 pada Selasa (20/1), naik 1,20% dalam sehari. Sebelumnya, perak sempat mencetak rekor tertinggi baru di $95,89. Kenaikan ini terjadi karena pasar sedang mode waspada, dan investor kembali memburu aset “perlindungan” saat tensi geopolitik memanas.
Reli perak ini bukan berdiri sendiri. Logam mulia ikut naik bareng karena hubungan AS–Eropa makin tegang, memunculkan lagi kekhawatiran perang dagang lintas Atlantik. Ketidakpastian ini bikin banyak pelaku pasar mengurangi risiko di aset spekulatif dan pindah ke safe haven seperti emas dan perak.
Menurut catatan ING, performa perak sejak awal tahun bahkan lebih kencang daripada emas, karena campuran arus defensif (cari aman) dan posisi spekulatif. Kekhawatiran investor juga bertambah karena isu kebijakan dagang AS, lonjakan utang AS, dan kondisi politik yang makin sulit ditebak.
Tekanan berulang terhadap The Fed ikut memperkuat kekhawatiran soal independensi bank sentral. Di sisi lain, dolar AS yang melemah otomatis membuat logam mulia berdenominasi dolar makin menarik.
Ditambah konflik yang masih berlangsung di Eropa Timur dan Timur Tengah, risiko geopolitik tetap tinggi—dan perak terus dapat “pemicu” dari kebutuhan pasar untuk proteksi di tengah ketidakpastian global.(yds)
Sumber: Newsmaker.id