Perak Cetak Rekor Tertinggi Lagi
Harga perak melonjak lebih dari 4% hingga menembus $66 per ons pada Rabu (17/12), yang mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa (ATH). Kenaikan ini terjadi karena investor semakin memperhitungkan kemungkinan adanya dua kali pemangkasan suku bunga pada awal 2026.
Dukungan datang dari komentar Gubernur The Fed Christopher Waller, yang disebut sebagai salah satu kandidat kuat ketua The Fed. Waller mengatakan suku bunga di AS seharusnya bisa turun hingga sekitar satu poin persentase. Ia juga memperingatkan pertumbuhan pekerjaan melambat hampir ke nol, dan mendorong pemangkasan suku bunga secara bertahap tahun depan untuk membantu menopang lapangan kerja.
Di awal pekan, data tenaga kerja AS juga menguatkan sinyal bahwa pasar kerja mulai mendingin. Tingkat pengangguran naik ke 4,6%, tertinggi sejak 2021, sementara kenaikan jumlah payroll pada November yang lebih besar dari perkiraan belum sepenuhnya menutup perlambatan tajam pada Oktober.
Reli perak sepanjang tahun ini—yang sudah naik hampir 130% sejak awal tahun—juga didukung oleh persediaan yang makin ketat serta permintaan ritel dan industri yang kuat, terutama dari sektor yang berkembang cepat seperti panel surya, kendaraan listrik, dan pusat data.
Sumber: Tradingeconomics.com