Perak Dekat Rekor—Masih Bisa Terbang atau Mau Koreksi?
Harga perak stabil di sekitar US$62,5 per ons pada Senin(15/12), masih dekat rekor tertinggi dan sudah naik lebih dari 100% sejak awal tahun. Kenaikan tajam ini didorong oleh persediaan yang makin ketat dan permintaan industri yang terus kuat, apalagi setelah perak masuk daftar mineral penting di AS.
Permintaan terbesar datang dari sektor yang lagi “ngebut”: energi surya, kendaraan listrik, dan pusat data. Selain itu, arus masuk ETF dan pembelian ritel juga ikut mengangkat sentimen, membuat pasar makin yakin potensi defisit pasokan masih bisa berlanjut tahun depan.
Namun, pasar tetap waspada. Setelah reli panjang, perak sempat turun lebih dari 2% pada Jumat karena sebagian analis menilai harganya sudah terlalu mahal dibanding emas, sehingga rawan profit taking. Ada juga kekhawatiran kalau kebijakan seperti pengecualian tarif AS bisa memengaruhi aliran permintaan. Di sisi lain, dolar yang melemah setelah pemangkasan suku bunga Fed pekan lalu tetap jadi “bantalan”, walau arah pelonggaran lanjutan di 2026 masih belum jelas. (az)
Sumber: Newsmaker.id