Perak Stabil, Tapi Kombinasi Cut Rate & Konflik Global Bisa Ubah Permainan
Harga perak bergerak cenderung stabil dengan bias melemah tipis pada perdagangan Selasa (25/11), dengan spot XAG/USD bertahan di kisaran dekat $51 per troy ons. Pelaku pasar menahan diri setelah reli tajam sebelumnya, sambil mencerna kombinasi data ekonomi AS yang beragam dan spekulasi kuat bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan Desember. Ekspektasi pelonggaran moneter ini sebenarnya menjadi penopang utama bagi logam mulia, namun penguatan sesekali pada dolar AS membatasi ruang kenaikan perak.
Secara fundamental, serangkaian data seperti penjualan ritel dan inflasi produsen AS yang tidak terlalu agresif memperkuat pandangan bahwa pertumbuhan mulai melambat, sehingga memberi The Fed alasan tambahan untuk mengurangi suku bunga. Imbal hasil obligasi AS yang cenderung stabil hingga sedikit turun membantu menahan tekanan jual di logam mulia. Namun, perak sebagai aset tanpa imbal hasil masih harus bersaing dengan aset berisiko lain yang ikut diuntungkan dari harapan suku bunga lebih rendah, sehingga minat beli tidak sepenuhnya mengalir ke safe haven.
Di sisi lain, perak tetap mendapat dukungan dari kombinasi perannya sebagai aset lindung nilai dan komoditas industri. Ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi—baik dari perang Ukraina–Rusia maupun tensi kawasan Timur Tengah—mendorong sebagian investor mempertahankan eksposur ke logam mulia. Sementara itu, prospek permintaan industri dari sektor energi hijau dan elektronik menjaga pandangan jangka menengah tetap konstruktif. Selama harga bertahan di atas area psikologis $50, sentimen dasar perak masih dinilai positif meski pergerakan jangka pendek tampak terbatas. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id