Perak Melemah, Tapi Masih Diburu di Tengah Gejolak Global?
Harga perak (XAG/USD) terpantau melemah pada Selasa di sekitar US$51,20 per troy ons. Walaupun turun, tekanan jual dinilai masih terbatas karena minat investor terhadap logam mulia ini tetap ada di tengah ketegangan geopolitik yang tinggi dan peluang pelonggaran kebijakan moneter AS yang makin besar. Dalam jangka pendek, sentimen risiko global yang membaik memang mengurangi kebutuhan aset safe haven dan menahan potensi kenaikan perak.
Di saat yang sama, dolar AS masih bertahan kuat, menahan daya tarik perak bagi pembeli dari luar negeri. Penguatan Greenback terjadi di dekat area teknikal penting, sementara pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang rilis sederet data ekonomi AS yang cukup besar pengaruhnya.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed ikut menjadi faktor penting. Komentar Presiden The Fed New York John Williams yang menilai suku bunga bisa diturunkan tanpa mengganggu target inflasi, serta pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller bahwa pelemahan pasar tenaga kerja bisa membenarkan pemangkasan lagi di Desember, makin menguatkan harapan pelonggaran. FedWatch Tool kini mencatat peluang hampir 80% untuk pemotongan 25 bps bulan depan, yang secara umum mendukung logam mulia non-imbal hasil seperti perak.
Dari sisi geopolitik, permintaan aset aman masih disokong eskalasi konflik Rusia–Ukraina dan ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah meski ada gencatan senjata rapuh. Jika sentimen risiko global kembali memburuk, minat terhadap perak sebagai aset defensif bisa cepat pulih.
Fokus pasar berikutnya adalah rilis data ekonomi AS seperti Producer Price Index (PPI), penjualan ritel, pending home sales, dan indeks manufaktur Richmond. Data-data ini berpotensi memicu pergerakan tajam di dolar AS dan membuka peluang trading jangka pendek di XAG/USD, sembari pasar menilai apakah tren bullish perak dalam jangka lebih panjang masih terjaga di tengah fase konsolidasi saat ini.(yds)
Sumber: FXstreet.com