Perak Kembali Bersinar: Reli Lanjutan Ditopang Ekspektasi Cut Rate dan Data AS
Harga perak melonjak pada perdagangan Senin (24/11), di atas $51 per troy ons atau sekitar lebih dari 2%. Pergerakan ini menandai penguatan lanjutan setelah harga bertahan di atas area support sekitar $49 per ons. Rebound ini datang setelah tekanan jual pekan lalu yang mendorong harga turun di bawah level psikologis $50.
Sentimen positif terutama ditopang oleh harapan bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan Desember, menyusul penurunan seperempat poin pada akhir Oktober. Komentar bernada dovish dari sejumlah pejabat The Fed dan tanda pelemahan bertahap di pasar tenaga kerja AS meningkatkan taruhan pasar pada pelonggaran lanjutan, menekan imbal hasil obligasi dan membatasi penguatan dolar AS. Lingkungan suku bunga yang berpotensi lebih rendah ini umumnya menjadi kombinasi yang menguntungkan bagi logam mulia seperti perak.
Di luar faktor suku bunga, perak juga diuntungkan perannya ganda sebagai aset investasi dan komoditas industri, di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global. Pelemahan dolar secara intraday membantu menjaga minat beli, sementara investor memanfaatkan koreksi sebelumnya untuk kembali akumulasi. Ke depan, pelaku pasar akan fokus pada rilis data penjualan ritel, klaim pengangguran, dan inflasi produsen AS sebagai penentu arah harga berikutnya. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id