• Wed, Jan 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

21 January 2026 15:50  |

Minyak Melemah, Risiko Gangguan Kazakhstan Mereda

Harga minyak turun pada Rabu (21/1), karena pasar mulai mengabaikan gangguan produksi sementara di Kazakhstan. Fokus bergeser ke satu hal yang lebih “berat”: perkiraan kenaikan stok minyak mentah AS, yang biasanya jadi sinyal suplai melimpah dan bikin harga tertekan.

Kontrak Brent turun 97 sen (-1,5%) ke $63,95/barel. Sementara WTI melemah 78 sen (-1,3%) ke $59,58/barel.

Padahal sehari sebelumnya, dua kontrak ini sempat ditutup naik hampir $1/barel (+1,5%) setelah Kazakhstan—anggota OPEC+—menghentikan produksi di dua ladang besar, Tengiz dan Korolev, sejak Minggu karena masalah distribusi listrik. Data ekonomi China yang kuat juga sempat memberi angin segar.

Namun pasar menilai gangguan itu sementara. Tiga sumber industri menyebut penghentian produksi bisa berlanjut 7–10 hari, tapi tetap tidak cukup untuk menahan tekanan dari potensi stok AS yang naik.

Analis IG, Tony Sycamore, menilai penghentian produksi di Tengiz (salah satu ladang minyak terbesar di dunia) dan Korolev hanyalah jeda singkat. Sementara itu, ekspektasi stok minyak AS yang meningkat plus tensi geopolitik masih akan terus “nempel” sebagai beban harga.

Dari sisi geopolitik, pasar juga dibuat gelisah oleh ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara Eropa bila tidak ada kesepakatan terkait ambisi AS untuk menguasai Greenland. Bagi pasar minyak, isu tarif itu sensitif karena berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi—dan kalau ekonomi melambat, permintaan energi ikut melemah.

Polling awal menunjukkan stok minyak mentah dan bensin AS kemungkinan naik minggu lalu, sementara stok distilat (diesel/solar) diperkirakan turun. Enam analis memperkirakan stok minyak mentah naik sekitar 1,7 juta barel untuk pekan yang berakhir 16 Januari.

Data inventori mingguan dari API dijadwalkan rilis Rabu malam waktu AS, disusul EIA pada Kamis—keduanya mundur sehari karena hari libur federal AS pada Senin.

Meski kenaikan stok biasanya bearish, analis Eurasia Group Gregory Brew mengingatkan ada faktor yang bisa menahan penurunan: potensi memanasnya lagi tensi AS–Iran. Trump bahkan sempat mengancam akan menyerang Iran terkait tindakan keras terhadap protes anti-pemerintah. Dari pihak Iran, muncul pernyataan keras bahwa serangan terhadap Pemimpin Tertinggi dapat memicu deklarasi “perang suci”.

Intinya: stok AS menekan harga hari ini, gangguan Kazakhstan dianggap cuma sementara, tapi risiko geopolitik—terutama Iran—masih bisa jadi “pemantik” yang sewaktu-waktu mengangkat harga lagi.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai