• Sat, Mar 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 December 2025 20:40  |

OPEC+ Rem Produksi, Harga Minyak Tancap Gas

Harga minyak sedikit menguat pada hari Senin (1/12), didorong oleh penegasan kembali OPEC+ bahwa mereka akan mempertahankan produksi tetap stabil selama kuartal pertama, serta kekhawatiran pasokan yang muncul kembali akibat ketegangan geopolitik.

Per pukul 08:20 ET (13:20 GMT), minyak mentah Brent berjangka yang berakhir pada bulan Maret naik 1,0% menjadi $62,58 per barel, sementara kontrak yang berakhir pada bulan Februari naik 1,0% menjadi $63,01 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga melonjak 1,0% menjadi $59,11 per barel.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) pada hari Minggu menegaskan kembali rencananya untuk menghentikan sementara peningkatan produksi hingga kuartal pertama tahun depan, mempertahankan pemotongan sukarela sekitar 3,24 juta barel per hari.

Kelompok tersebut mengisyaratkan pendekatan yang hati-hati karena menghadapi tren permintaan yang tidak merata dan apa yang mereka anggap sebagai potensi kelebihan pasokan pasar minyak mentah pada tahun 2026. Mereka juga menyepakati mekanisme untuk mengevaluasi kapasitas produksi maksimum para anggota antara Januari dan September tahun depan, yang menjadi dasar penetapan kuota dasar untuk tahun 2027.

"Hal ini tentu saja dapat memicu perselisihan di antara para anggota, karena negara-negara ingin mengamankan kuota dasar yang lebih tinggi," ujar analis ING dalam sebuah catatan.

Sementara itu, para pedagang mempertimbangkan risiko pasokan baru terkait retorika politik Presiden AS Donald Trump terkait Venezuela. Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan untuk menutup wilayah udara di atas negara tersebut.

"Eskalasi antara AS dan Venezuela ini membuat AS melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang diklaimnya membawa narkoba, sekaligus membangun kehadiran militernya di dekatnya," kata analis ING. "Venezuela mengekspor sekitar 800.000 barel per hari, yang sebagian besar minyak mentahnya akan dikirim ke Tiongkok. Jelas, eskalasi lebih lanjut akan membahayakan pasokan ini."

Dukungan tambahan untuk minyak mentah datang dari serangkaian serangan terhadap infrastruktur energi Rusia selama akhir pekan, yang mengganggu operasi ekspor.

Konsorsium Pipa Kaspia (CPC), jalur utama pengiriman minyak mentah Kazakhstan dan Rusia melalui Laut Hitam, mengatakan telah menangguhkan pemuatan setelah serangan pesawat nirawak angkatan laut menyebabkan kerusakan signifikan pada titik tambat di terminal Novorossiysk.

"Pengiriman dari terminal CPC rata-rata sekitar 1,48 juta barel per hari sepanjang tahun ini, naik sekitar 200 ribu barel per hari dari tahun lalu, karena perluasan lapangan Tengiz di Kazakhstan mendukung ekspor," tambah analis ING. (Arl)

Sumber: Investing.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai