Minyak Tenang, Pasar Tunggu Damai Ukraina dan Keputusan Fed
Harga minyak bergerak stabil pada hari Senin (24/11) setelah penurunan sekitar 3% minggu lalu, karena investor menimbang peluang pemangkasan suku bunga AS dengan prospek tercapainya kesepakatan damai Ukraina yang dapat membuka jalan bagi pelonggaran sanksi terhadap produsen utama, Rusia.
Amerika Serikat dan Ukraina pada Senin berupaya mempersempit perbedaan dalam rencana perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina, setelah menyetujui untuk memodifikasi proposal AS yang sebelumnya dianggap terlalu menguntungkan Moskow oleh Kyiv dan sekutu Eropanya.
Futures Brent turun tipis 6 sen menjadi $62,50 per barel pada 14.21 GMT, sementara West Texas Intermediate turun 3 sen menjadi $58,03 per barel.
“Pasar sangat berfokus pada pandangan makro, yaitu perjanjian damai Ukraina dan kondisi ekonomi AS,” kata Jorge Montepeque, Managing Director Onyx Capital Group.
Para analis menunggu kejelasan lebih lanjut terkait pembicaraan antara AS dan Ukraina.
Sanksi AS terhadap Rosneft milik negara dan perusahaan swasta Lukoil, yang mulai berlaku Jumat lalu, biasanya akan mendorong harga naik, namun pasar saat ini lebih terpaku pada potensi kesepakatan damai, tambahnya.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada Minggu bahwa tenggat hari Kamis yang ditetapkan Presiden Donald Trump bagi Kyiv untuk menyetujui kesepakatan tersebut mungkin tidak bersifat mutlak.
Kesepakatan damai berpotensi membuka jalan bagi pencabutan sanksi yang selama ini menekan ekspor minyak Rusia. Rusia merupakan produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat pada 2024, menurut Badan Informasi Energi AS.
Ketidakpastian mengenai pemangkasan suku bunga AS juga menjadi faktor yang menahan selera risiko investor.
Namun, peluang pemangkasan suku bunga bulan depan meningkat setelah Presiden The Fed New York, John Williams, mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran kebijakan dalam waktu dekat.(yds)
Sumber: Reuters.com