Emas Rebound dari Level Terendah Sebulan
Harga emas naik kembali ke kisaran US$4.570 per ounce pada Selasa (5/5) setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang kembali memicu kekhawatiran inflasi dan mengubah ekspektasi suku bunga global.
Gencatan senjata yang rapuh di kawasan tersebut kembali tertekan setelah bentrokan antara AS dan Iran di wilayah Teluk. Kedua negara saling berebut kendali atas Selat Hormuz yang secara efektif masih tertutup sejak konflik dimulai. Situasi ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dan tekanan harga yang lebih tinggi.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan bahwa Presiden Donald Trump dapat melanjutkan “operasi tempur besar” terhadap Iran jika diperlukan. Pernyataan tersebut menambah ketidakpastian geopolitik dan menjaga premi risiko tetap tinggi di pasar komoditas.
Lonjakan biaya energi berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi dan menunda rencana pemangkasan suku bunga bank sentral. Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya dapat berkurang dalam lingkungan suku bunga tinggi karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, Kepala IMF memperingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan hingga tahun-tahun mendatang, dengan harga minyak yang sangat tinggi, dapat memicu dampak ekonomi global yang jauh lebih buruk. Kondisi ini membuat arah emas ke depan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter.(yds)
Sumber: newsmaker.id