Emas Rebound, Dolar Tertekan di Tengah Sinyal Talks Iran
Harga emas menguat lebih dari 1% pada Selasa (14/4), memantul dari level terendah hampir sepekan pada sesi sebelumnya, seiring melemahnya dolar dan meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak terkoreksi. Spot gold naik 1,1% ke US$4.788,76/oz pada 09:21 GMT, sementara kontrak berjangka emas AS naik 1,0% ke US$4.812,80/oz.
Pemulihan terjadi ketika pasar kembali menimbang peluang jalur diplomasi AS–Iran terbuka, setelah lima sumber menyebut tim negosiasi kedua negara berpotensi kembali ke Islamabad pekan ini. Pada sesi sebelumnya, emas sempat tertekan ketika militer AS bersiap memulai blokade pelabuhan Iran, meningkatkan risiko pada ceasefire dua pekan yang rapuh. Dolar turun ke level terendah lebih dari sebulan, membuat emas berdenominasi USD lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sementara harga minyak turun di perdagangan Asia karena kekhawatiran risiko pasokan mereda.
Meski emas dipandang sebagai lindung nilai inflasi dan geopolitik, daya tariknya bisa tertahan jika ekspektasi suku bunga tinggi bertahan. Saat ini pelaku pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga AS 25 bps tahun ini sebesar 31% (naik dari 27% sehari sebelumnya), meski masih jauh dari ekspektasi pra-perang yang sempat memproyeksikan dua kali pemangkasan. Di logam lain, perak naik 3,2% ke US$77,98/oz, platinum naik 0,7% ke US$2.084,90/oz, dan paladium naik 0,6% ke US$1.583,82/oz.(Arl)*
Sumber : Newsmaker.id