Emas Turun Tipis saat Rencana Blokade Hormuz AS Angkat Risiko Inflasi
Harga emas melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz, memperdalam guncangan pasokan energi global. Bullion sempat turun hingga 2,2% ke bawah US$4.650 per ounce sebelum memangkas sebagian besar penurunan.
Trump mengatakan Iran menghubungi AS terkait pembicaraan damai saat pasukan AS memulai blokade laut. Namun Iran menyalahkan AS atas gagalnya negosiasi gencatan senjata pada akhir pekan dan Teheran belum mengonfirmasi adanya pembicaraan lanjutan.
Harga minyak memangkas sebagian kenaikan awal tetapi tetap bertahan dekat US$100 per barel saat Trump berbicara di Gedung Putih. Dolar dan imbal hasil obligasi turun, memberi dukungan bagi emas. Meski begitu, level harga energi yang tinggi dan rilis inflasi AS menggeser fokus pasar kembali ke risiko inflasi.
Pasar uang AS kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga hingga Desember kurang dari satu banding lima. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, karena emas cenderung diuntungkan ketika biaya pinjaman rendah.
“Peristiwa akhir pekan jelas membuat gencatan senjata yang rapuh terancam dan kemungkinan memperpanjang konflik,” kata Paras Gupta, head of discretionary portfolio management Asia di Union Bancaire Privée. Namun ia menilai pergerakan emas kali ini “tidak se-ekstrem” dibanding fase awal perang. Bank swasta Swiss tersebut disebut mulai menambah emas secara bertahap ke portofolio klien, setelah sebelumnya memangkas eksposur ke 3% dari sekitar 10%.
Emas tercatat turun sekitar 10% sejak konflik dimulai pada akhir Februari, ketika tekanan likuiditas pada pekan-pekan awal mendorong investor menjual emas untuk menutup kerugian di aset lain. Dalam periode lebih baru, emas sempat memulihkan sebagian penurunan karena fokus pasar pada perlambatan pertumbuhan mulai menahan kekhawatiran suku bunga yang lebih tinggi.
Daniel Hynes, senior commodity strategist di ANZ Banking Group, menilai perubahan fokus tersebut masih dapat memberi penopang bagi emas meski terjadi penurunan pada Senin. Pada 13:33 waktu New York, emas spot turun 0,1% menjadi US$4.746,81 per ounce. Perak turun 0,6% ke US$75,38, sementara platinum dan paladium menguat.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id