Emas Menguat saat Pasar Menimbang Pernyataan Pakistan dan Tenggat Trump
Harga emas menguat ketika pelaku pasar mencermati perkembangan perang di Timur Tengah menjelang tenggat Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata. Pakistan menyatakan diplomasi menuju penyelesaian damai bergerak stabil, sembari meminta Trump memperpanjang tenggat dua pekan. Respons pasar mendorong dolar AS dan imbal hasil Treasury turun, sehingga menopang emas lebih dari 1%.
Pakistan, yang berperan memfasilitasi negosiasi perdamaian, juga meminta Iran “membuka Selat Hormuz untuk periode dua minggu sebagai gestur itikad baik,” kata Perdana Menteri Shehbaz Sharif dalam unggahan media sosial. Selat Hormuz menjadi titik krusial bagi arus energi global dan terus menjadi sumber volatilitas utama di pasar komoditas.
Pada Selasa dini hari, AS menyerang target militer di sekitar Pulau Kharg di Iran ketika Trump menekan Iran agar menyepakati perjanjian sebelum batas waktu Selasa pukul 20.00 waktu New York. Trump mengatakan “satu peradaban utuh akan habis malam ini” jika tidak tercapai kesepakatan. Namun ia juga membuka kemungkinan tercapainya perjanjian, menyebut pemimpin baru Iran dengan “pikiran yang berbeda, lebih cerdas, dan kurang radikal” bisa mencapai kesepakatan.
Memasuki pekan keenam, perang meningkatkan peluang bank sentral menunda penurunan suku bunga atau bahkan mempertimbangkan kenaikan, seiring kenaikan harga energi. Trader obligasi menilai Federal Reserve kemungkinan mempertahankan suku bunga hingga sisa tahun ini.
Emas tercatat turun sekitar 12% sejak konflik dimulai pada akhir Februari, dengan daya tarik tradisional sebagai aset aman juga tertekan karena investor melikuidasi posisi untuk menutup kerugian di aset lain. Di sisi lain, percepatan pembelian emas oleh China turut menopang kepercayaan pasar, ketika sebagian bank sentral lain beralih menjadi penjual. Pada Maret, bank sentral Turki menjual dan melakukan swap sekitar 60 ton senilai lebih dari US$8 miliar untuk mempertahankan nilai tukar lira.
Seiring koreksi harga, mulai terlihat tanda pembelian saat harga turun (dip-buying). Kepemilikan ETF berbasis emas naik pekan lalu untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, menurut perhitungan Bloomberg.
Emas spot naik 1% ke US$4.709,43 per ounce pada 16:03 waktu New York. Perak turun 0,4% ke US$73,09, sementara platinum dan paladium melemah. Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,3%.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id