Emas Menguat, Tapi Gagal Tembus $5000
Harga emas menguat pada awal perdagangan Jumat (6/2), tetap bergerak di sekitar area $5.000 per ons, namun kembali gagal menembus level psikologis tersebut untuk hari keenam berturut-turut. Volatilitas yang sempat mendorong emas melonjak sekitar 13% sejak awal tahun mulai mereda, membuat dorongan naik tidak lagi seagresif pekan lalu.
Kontrak emas untuk pengiriman Maret terakhir tercatat naik $58 ke $4.947,50 per ons.
Emas sebelumnya mencetak rekor $5.354,80 pada 29 Januari, didorong aksi beli berbasis momentum, ketegangan geopolitik, dan permintaan fisik. Namun sehari setelahnya, harga anjlok 11%, dan sejak itu emas belum mampu kembali mendekati puncaknya seiring meredanya euforia “momentum buying”.
Christopher Louney, Natural Gas and Gold Strategist di RBC Capital Markets, menilai setelah “debu” volatilitas mulai turun, pasar emas kembali dihadapkan pada outlook yang secara makro masih mendukung, tetapi kini lebih didominasi ketidakpastian—faktor yang bisa mendorong pergerakan dua arah sepanjang 2026.
Dari sisi pasar uang, dolar AS melemah tipis dengan ICE Dollar Index turun 0,07 poin ke 97,75. Sementara itu, yield obligasi AS naik, dengan yield tenor 2 tahun di 3,483% (naik 2,4 bps) dan yield tenor 10 tahun di 4,201% (naik 1,7 bps).(yds)
Sumber: MT newswires