Rebound Logam Mulia Cuma Sesaat: Emas Balik Turun, Perak Ambruk 15%
Pemulihan harga logam mulia pekan ini kembali “patah” pada Kamis (5/2). Emas berbalik turun, sementara perak anjlok tajam—menjadi yang terburuk di antara komoditas logam.
Pada perdagangan sore waktu New York, spot gold turun 2,7% ke $4.830,83/oz, sedangkan gold futures April turun 2% ke $4.852,01/oz. Di sisi lain, spot silver terjun 15,6% ke $74,4235/oz, dan silver futures Maret turun 12,3% ke $74,035/oz.
Tekanan paling “brutal” terjadi di perak. Aksi jual disebut berawal dari pasar China, ketika pelemahan di Shanghai silver futures merembet ke perdagangan spot global. Pergerakan ini membuat rebound yang sempat terjadi sebelumnya nyaris terhapus, dan harga perak kembali mendekati area terendah pekan lalu.
Dari sisi sentimen, analis OCBC menilai meski harga sudah “turun dari level tinggi” pasca koreksi, pasar masih sangat sensitif terhadap penguatan dolar AS, repricing yield, serta ketidakpastian arah kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan baru. Kondisi ini membuka peluang fase trading yang lebih “choppy” (naik-turun dua arah) karena kepercayaan pasar belum pulih sepenuhnya.
Penguatan dolar juga jadi faktor utama yang menekan logam. Greenback menguat jelang rilis data tenaga kerja AS yang kini jadi fokus, yaitu Non-Farm Payrolls (NFP). Rilis NFP yang semula dijadwalkan Jumat disebut diundur ke 11 Februari akibat partial shutdown pemerintah AS.
Pasar turut mencerna faktor kebijakan moneter global. Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB) sama-sama mempertahankan suku bunga, sesuai ekspektasi pasar. Sementara di AS, perhatian tetap tertuju pada dinamika The Fed setelah pencalonan Kevin Warsh sebagai kandidat ketua berikutnya—yang dipandang sebagian pelaku pasar cenderung kurang dovish.
Tekanan tidak hanya terjadi di emas dan perak. Platinum juga ikut melemah pada sesi yang sama, mencerminkan gelombang risk reduction yang masih terasa di pasar komoditas.(yds)
Sumber: Investing.com