Risk-Off Nendang Lagi: Emas Terkoreksi, Perak Terjun
Harga emas melemah di Kamis (5/2) setelah sempat mencoba pulih, sementara perak kembali jadi pusat perhatian karena penurunannya jauh lebih tajam dari logam lain. Pasar lagi sensitif banget: satu sisi masih ada narasi safe-haven, tapi sisi lain dolar menguat dan risk-off bikin posisi spekulatif cepat “dihajar”.
Di perdagangan terbaru, emas berada di sekitar $4.860/oz (spot), sedangkan perak di kisaran $77,45/oz.
Dengan level itu, emas secara umum telahturun sekitar 3% dibanding pergerakan sebelumnya hari ini, dan perak masih minus belasan persen meski sudah sempat coba rebound lebih dulu.
Kunci kenapa logam balik tertekan: dolar AS yang menguat bikin komoditas berdenominasi USD jadi “lebih mahal” buat pembeli non-AS, plus yield dan ekspektasi suku bunga bikin investor lebih selektif pegang aset yang nggak kasih imbal hasil (seperti emas/perak).
Yang bikin pasar makin “goyang” adalah arah data tenaga kerja AS yang campur-aduk. ADP kemarin lemah, tapi pasar juga lagi menunggu data besar NFP—dan ini jadi makin tricky karena rilis NFP Januari dilaporkan mundur ke 11 Februari imbas gangguan penjadwalan saat shutdown.
Di perak, tekanan terasa lebih brutal karena karakter pasarnya memang lebih tipis dan volatil. Begitu ada jual besar (apalagi dari sesi Asia), efeknya cepat menular ke spot global—akhirnya perak sempat kembali mendekati area low yang bikin market “nggak nyaman”.
Sementara itu, faktor bank sentral ikut jadi bumbu: ECB dan BoE sama-sama jadi fokus pasar minggu ini, dan nada kebijakan global yang cenderung hati-hati bikin aset berisiko gampang berubah arah—ujungnya logam ikut “ketarik” arus risk sentiment. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id