Emas Mundur dari Area Kunci, Sentimen Risk-Off Kembali
Harga emas melemah jelang sesi Eropa Kamis (5 Februari 2026) setelah reli pemulihan beberapa hari terakhir mulai “kehabisan bensin” dan pasar kembali masuk mode risk-off. Tekanan datang dari kombinasi penguatan dolar serta aksi ambil untung setelah volatilitas ekstrem yang terjadi sejak pekan lalu.
Pada perdagangan terbaru, emas spot turun sekitar 2,5% ke $4.838,81/ons, Saat berita ini ditulis harga emas sudah sedikit pulih ke l;evel $4.925. Penurunan ini terjadi ketika banyak trader memilih mengurangi eksposur logam mulia di tengah pergerakan harga yang masih “liar” dan likuiditas yang relatif tipis.
Salah satu pemicu utama pelemahan hari ini adalah dolar AS yang kembali menguat seiring pasar mencari aset aman dan menunggu rangkaian keputusan bank sentral (ECB/BoE). Saat dolar naik, emas biasanya tertekan karena menjadi lebih mahal bagi pembeli non-dolar.
Dari sisi geopolitik, tensi AS–Iran masih jadi tema besar, tetapi konfirmasi rencana pembicaraan membuat sebagian pasar membaca risiko eskalasi militer “sedikit mereda” untuk jangka sangat pendek. Efeknya: dorongan safe-haven untuk emas tidak sekuat kemarin, sehingga emas lebih mudah terkoreksi saat dolar menguat.
Selain itu, pasar juga masih menimbang perubahan ekspektasi kebijakan Fed terkait dinamika politik dan nominasi pimpinan bank sentral. Ketidakpastian ini membuat aliran dana cenderung cepat berubah—hari ini condong ke dolar, besok bisa balik lagi ke emas—jadi harga emas tetap rentan “bolak-balik” tajam.
Kesimpulannya, jelang sesi Eropa hari ini emas masih berada dalam fase konsolidasi keras pasca kejatuhan historis: dipengaruhi dolar, headline geopolitik, dan sentimen risiko global. Selama pasar belum dapat katalis yang jelas (baik dari data AS maupun arah kebijakan bank sentral), pergerakan emas berpotensi tetap volatile dengan pola naik-turun cepat.(asd)
Sumber: Newsmaker.id