Emas Pangkas Kenaikan Terbebani Data AS dan Prospek The Fed
Harga emas mengurangi kenaikan sebelumnya pada hari Rabu (4/2) dan diperdagangkan sedikit di bawah level US$5.000 per ons, seiring investor mengevaluasi data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat serta implikasinya terhadap arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Perhatian ini menguat terutama setelah Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed berikutnya.
Dengan sejumlah rilis utama pasar tenaga kerja tertunda pada pekan ini, fokus beralih ke laporan ADP, yang menunjukkan pertumbuhan penambahan tenaga kerja di sektor swasta lebih rendah dari perkiraan. Sementara itu, data ISM Services PMI yang lebih kuat dari proyeksi mengindikasikan aktivitas sektor jasa tetap tangguh.
Pada sesi sebelumnya, emas batangan telah melonjak lebih dari 6%, mencatat kenaikan harian terbesar sejak 2008, setelah aksi beli di harga rendah (dip buying) muncul menyusul koreksi tajam pada awal pekan.
Permintaan aset safe-haven juga tetap mendapat dukungan dari meningkatnya ketegangan geopolitik, setelah pasukan AS menembak jatuh sebuah drone Iran di dekat kapal induk di Laut Arab. Meski demikian, Gedung Putih menyatakan bahwa pembicaraan AS–Iran masih dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat.(yds)
Sumber: Tradingeconomics.com