Pasar Kena “Whiplash”: Emas Bangkit Tajam, Volatilitas Masih Panas
Harga emas melesat lebih dari 6% pada Selasa (3/2), memantul tajam setelah dua hari koreksi terdalam dalam beberapa dekade. Pantulan ini terjadi setelah emas sempat menyentuh area $4.4K/ons pada Senin, ketika pasar ramai-ramai ambil untung usai reli sebelumnya yang membawa harga menembus rekor di atas $5.600/ons.
Di balik volatilitas itu, sentimen ikut dipengaruhi langkah Donald Trump yang menominasikan Kevin Warsh sebagai calon ketua Federal Reserve berikutnya. Pasar menilai Warsh cenderung lebih “ketat” dibanding ekspektasi sebelumnya—bukan hanya soal suku bunga, tapi juga potensi pendekatan yang lebih disiplin terhadap neraca (balance sheet) bank sentral—yang sempat mengangkat dolar dan menekan logam mulia, sebelum akhirnya memicu aksi “oversold bounce” saat posisi ramai-ramai dibersihkan.
Ketidakpastian data ekonomi AS juga nambah bumbu. Bureau of Labor Statistics menunda rilis laporan payroll AS karena partial shutdown, sehingga pasar kehilangan “kompas” utama untuk membaca arah kebijakan suku bunga dalam waktu dekat.
Dari sisi geopolitik, pasar masih memantau dua headline besar: pembicaraan nuklir United States–Iran yang dijadwalkan Jumat di Istanbul, serta eskalasi perang Russia–Ukraine menjelang agenda negosiasi, setelah serangan besar yang mengganggu infrastruktur energi Ukraina.
Update harga terbaru: emas spot berada di sekitar $4.923/ons (terakhir tercatat 09:33 ET / 21:33 WIB). (Arl)
Sumber : Newsmaker.id