Emas-Perak Kejungkal, Volatilitas Meledak di Metals Market
Emas dan perak anjlok tajam pada Jumat setelah reli besar beberapa hari terakhir tiba-tiba “dipatahkan.” Emas turun lebih dari 7% hingga sempat jatuh di bawah US$5.000/ons, sementara perak tertekan keras (di laporan Bloomberg disebut sempat drop >16% ke dekat US$96/ons).
Pemicu utamanya: dolar AS menguat setelah pasar menangkap sinyal Trump siap menunjuk Kevin Warsh sebagai kandidat ketua The Fed berikutnya—pilihan yang dianggap pasar relatif hawkish (lebih ketat soal inflasi). Saat dolar naik, logam mulia jadi terasa lebih mahal bagi pembeli global, sehingga tekanan jual makin cepat.
Tapi ini bukan cuma soal satu berita. Banyak analis menilai koreksi memang “telat” karena kenaikan emas-perak sebelumnya sudah terlalu cepat dan indikator teknikal sudah teriak overbought. Jadi ketika ada pemicu, pasar dapat “alasan” untuk bongkar posisi dan ambil untung—hasilnya pergerakan jadi ekstrem.
Meski jatuh hari ini, secara bulanan kinerjanya masih gila: emas tetap naik belasan persen di Januari dan perak juga masih jauh lebih tinggi dibanding awal tahun. Volatilitas seperti ini sejalan dengan pasar yang lagi sensitif terhadap arah kebijakan The Fed, penguatan dolar, dan headline geopolitik yang gampang bikin posisi spekulatif bolak-balik.(yds)
Sumber: Newsmaker.id