Kekuatan Emas Memudar Setelah Sempat Cetak Rekor Baru di $4.601
Harga emas dunia memangkas kenaikannya pada perdagangan pagi ini setelah sebelumnya mencatat rekor tertinggi baru di level 4.601 per ons. Logam mulia tersebut turun dan diperdagangkan di sekitar 4.567, seiring aksi ambil untung investor setelah reli tajam yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir.
Penurunan ini dinilai sebagai koreksi teknikal wajar, mengingat emas telah bergerak dalam tren naik kuat dan menyentuh area jenuh beli. Sejumlah pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan di dekat level tertinggi sepanjang masa, sehingga memicu tekanan jual jangka pendek.
Dari sisi fundamental, sentimen terhadap emas sejatinya masih relatif positif. Permintaan aset aman tetap terjaga di tengah ketidakpastian global dan dinamika geopolitik yang belum mereda. Selain itu, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini , lalu perselisihan antara trump dengan The Fed serta ketegangan politik di beberapa wilayah masih menjadi faktor pendukung utama.
Namun, pergerakan emas hari ini juga dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS yang cenderung stabil serta fluktuasi imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi tersebut menahan laju penguatan emas dan membuka ruang koreksi terbatas setelah mencetak rekor baru.
Secara teknikal, level 4.600 kini berubah menjadi area resistance kuat, sementara area 4.550–4.530 dipantau sebagai support terdekat. Selama harga mampu bertahan di atas zona support tersebut, tren bullish jangka menengah emas dinilai masih terjaga, dengan koreksi saat ini lebih bersifat konsolidasi sehat.
Pelaku pasar kini menantikan katalis berikutnya, termasuk rilis data ekonomi Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik global, yang berpotensi menentukan apakah emas akan kembali menguji rekor tertinggi atau melanjutkan fase konsolidasi dalam waktu dekat.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id