Emas Loyo Jelang NFP—Rebalancing & Dolar Jadi Beban
Harga emas melemah pada Kamis (8/1), kehilangan tenaga setelah reli tajam di awal pekan. Tekanan datang dari dua arah: potensi arus jual kontrak berjangka terkait annual rebalancing indeks komoditas, serta penguatan dolar AS yang membuat emas lebih mahal bagi pembeli non-dolar dan memicu aksi ambil untung.
Emas spot (XAU/USD) bergerak di sekitar $4.432/oz. Di saat yang sama, Indeks Dolar (DXY) bertahan di kisaran 98,7–98,8, menahan peluang rebound emas dalam jangka pendek.
Pasar juga cenderung “nahan napas” menunggu laporan tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls/NFP) yang rilis Jumat. Data ini jadi penentu penting untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed, yang ujungnya berpengaruh langsung ke dolar, yield, dan minat investor pada aset non-yielding seperti emas.
Jika NFP keluar lebih lemah, ekspektasi pemangkasan suku bunga biasanya menguat—dan itu bisa jadi angin segar bagi emas. Sebaliknya, jika data justru solid, dolar berpotensi makin kencang dan membuka ruang koreksi lanjutan.
Meski begitu, pelemahan emas masih relatif tertahan karena faktor geopolitik—termasuk dinamika AS–Venezuela—yang tetap menjaga demand safe haven. Pasar pun cenderung tidak agresif menjual sebelum ada konfirmasi yang jelas dari data Jumat. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id