Emas Tergeser: Indeks Rebalance & Dolar Ngegas
Harga emas melemah pada Kamis (8/1) saat pelaku pasar bersiap menghadapi potensi arus jual kontrak berjangka yang terkait rebalancing indeks komoditas, sementara dolar AS yang lebih kuat ikut menambah tekanan karena membuat emas lebih mahal bagi pembeli non-dolar.
XAU/USD di sekitar $4.431/oz atau turun sekitar 0,5%. Untuk logam lain, XAG/USD di sekitar $76,1/oz atau turun sekitar 2,6%, Platinum (XPT/USD) sekitar $2.22K/oz, dan Palladium (XPD/USD) sekitar $1.76K/oz.
Pemicu utamanya adalah penyesuaian bobot tahunan indeks komoditas (rebalancing) yang berlangsung beberapa hari ke depan, sehingga pasar mengantisipasi pergerakan dana-dana pasif yang perlu menyesuaikan posisi—dan itu sering memunculkan “noise” jangka pendek di emas/perak.
Dari sisi makro, dolar bertahan kuat jelang rilis US Nonfarm Payrolls (NFP). Data AS terakhir menunjukkan sinyal campuran: aktivitas jasa membaik, tetapi indikator tenaga kerja (seperti lowongan kerja) melemah—membuat pasar tetap menimbang peluang pemangkasan suku bunga tahun ini.
Di tengah itu, faktor geopolitik tetap jadi lapisan pendukung, termasuk perkembangan terkait Venezuela. Namun untuk hari ini, kombinasi arus rebalancing + dolar kuat lebih dominan menekan logam mulia, sehingga volatilitas masih berpotensi tinggi hingga data NFP keluar. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id