• Thu, Apr 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 December 2025 03:24  |

Emas Menguat Tipis Pasca Sinyal Lemah dari Tenaga Kerja AS

Harga emas naik pada Selasa (16/12) pasca data ketenagakerjaan AS menunjukkan tingkat pengangguran naik bulan lalu dibanding September. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali memangkas suku bunga, sekaligus menekan indeks dolar.

Emas spot naik 0,2% menjadi $4.310,21 per ons pada pukul 01.48 siang waktu timur AS (18.48 GMT). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup 0,1% lebih rendah di $4.332,3.

Dolar AS (DXY) turun ke level terendah dua bulan, sehingga emas yang dipatok dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun tipis.

“Data ini memberi The Fed lebih banyak alasan untuk menurunkan suku bunga, dan kalau mereka menurunkan suku bunga, itu positif untuk emas… begitulah cara pasar membacanya saat ini,” kata Bob Haberkorn, senior market strategist di RJO Futures.

Pertumbuhan pekerjaan AS memang pulih pada November, namun tingkat pengangguran berada di 4,6% di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump. Survei Reuters terhadap ekonom sebelumnya memperkirakan tingkat pengangguran 4,4%.

Pekan lalu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin, dan komentar Ketua The Fed Jerome Powell dinilai pasar tidak se-“hawkish” (tidak seketat) perkiraan.

Kedepannya suku bunga AS masih memperkirakan dua kali pemangkasan masing-masing 25 basis poin pada 2026, dengan total pelonggaran yang diperkirakan sekitar 59 bps tahun depan. Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Investor kini menunggu rilis Consumer Price Index (CPI) November pada Kamis dan Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat.

Alex Ebkarian, COO Allegiance Gold, memperkirakan jika emas menutup 2025 di atas $4.400, maka harga bisa menuju $4.859–$5.590 pada 2026. Ia juga menilai perak berpotensi menguji kembali level $50 per ons tahun depan.

Di pasar logam lain, perak spot turun 0,3% ke $63,75 per ons, turun dari rekor $64,65 pada Jumat. Platinum melonjak 4% ke $1.854,95, tertinggi sejak September 2011, sementara palladium naik 2,5% ke $1.606,41, tertinggi dua bulan. Ebkarian menyebut logam kelompok platinum (PGM) mulai “breakout” karena pasokan mengetat dan permintaan meningkat.(yds)

Sumber: FXstreet.com

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
GOLD

Emas Masih Tunggu Hasil FOMC

Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil pada hari Rabu, diperdagangkan mendekati $3.330 per troy ounce di sesi Eropa, setelah se...

30 July 2025 21:21
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai