Emas Menguat Tipis Pasca Sinyal Lemah dari Tenaga Kerja AS
Harga emas naik pada Selasa (16/12) pasca data ketenagakerjaan AS menunjukkan tingkat pengangguran naik bulan lalu dibanding September. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali memangkas suku bunga, sekaligus menekan indeks dolar.
Emas spot naik 0,2% menjadi $4.310,21 per ons pada pukul 01.48 siang waktu timur AS (18.48 GMT). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup 0,1% lebih rendah di $4.332,3.
Dolar AS (DXY) turun ke level terendah dua bulan, sehingga emas yang dipatok dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun tipis.
“Data ini memberi The Fed lebih banyak alasan untuk menurunkan suku bunga, dan kalau mereka menurunkan suku bunga, itu positif untuk emas… begitulah cara pasar membacanya saat ini,” kata Bob Haberkorn, senior market strategist di RJO Futures.
Pertumbuhan pekerjaan AS memang pulih pada November, namun tingkat pengangguran berada di 4,6% di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump. Survei Reuters terhadap ekonom sebelumnya memperkirakan tingkat pengangguran 4,4%.
Pekan lalu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin, dan komentar Ketua The Fed Jerome Powell dinilai pasar tidak se-“hawkish” (tidak seketat) perkiraan.
Kedepannya suku bunga AS masih memperkirakan dua kali pemangkasan masing-masing 25 basis poin pada 2026, dengan total pelonggaran yang diperkirakan sekitar 59 bps tahun depan. Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Investor kini menunggu rilis Consumer Price Index (CPI) November pada Kamis dan Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat.
Alex Ebkarian, COO Allegiance Gold, memperkirakan jika emas menutup 2025 di atas $4.400, maka harga bisa menuju $4.859–$5.590 pada 2026. Ia juga menilai perak berpotensi menguji kembali level $50 per ons tahun depan.
Di pasar logam lain, perak spot turun 0,3% ke $63,75 per ons, turun dari rekor $64,65 pada Jumat. Platinum melonjak 4% ke $1.854,95, tertinggi sejak September 2011, sementara palladium naik 2,5% ke $1.606,41, tertinggi dua bulan. Ebkarian menyebut logam kelompok platinum (PGM) mulai “breakout” karena pasokan mengetat dan permintaan meningkat.(yds)
Sumber: FXstreet.com