• Wed, Apr 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 November 2025 07:38  |

Fundamental Crowded, Tarik-Menarik Arah Emas

Harga emas bertahan stabil setelah tiga hari berturut-turut mengalami penurunan, karena harapan penurunan suku bunga The Fed bulan depan memudar. Pada Selasa pagi, emas diperdagangkan di kisaran $4.030 per troy ounce. Investor dan pembuat kebijakan masih menunggu serangkaian rilis data ekonomi menyusul penutupan pemerintah AS terlama dalam sejarah, sementara beberapa pejabat The Fed telah memperingatkan agar tidak terburu-buru menurunkan biaya pinjaman lagi. Di pasar swap suku bunga, peluang penurunan suku bunga pada bulan Desember kini telah turun menjadi kurang dari 50%, dibandingkan dengan kurang dari sebulan yang lalu ketika pasar hampir sepenuhnya memperhitungkan penurunan seperempat poin. Hal ini membebani prospek emas, yang tidak menawarkan imbal hasil dan biasanya diuntungkan oleh penurunan suku bunga.

Petunjuk pertama mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS akan muncul pada hari Kamis, ketika Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) dijadwalkan merilis laporan ketenagakerjaan bulan September. Data ini lebih "berorientasi ke masa lalu" daripada biasanya, tetapi tetap krusial dalam menggambarkan kesehatan ekonomi terbesar di dunia seiring Washington bangkit dari penutupan enam minggunya. Dengan data resmi yang tertunda, semakin sulit bagi pelaku pasar untuk menilai apakah ekonomi cukup lemah untuk memaksa The Fed memangkas suku bunga lagi dalam waktu dekat.

Meskipun harga emas telah terkoreksi, logam mulia ini masih menguat sekitar 54% tahun ini dan berada di jalur untuk mencapai kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979. Investor telah membeli emas sebagai lindung nilai terhadap meningkatnya kekhawatiran fiskal di beberapa negara ekonomi utama. Lebih lanjut, pembelian emas oleh bank sentral telah menjadi pendorong utama reli emas, mencapai rekor tertinggi di atas $4.380 per troy ounce bulan lalu. Kombinasi faktor-faktor ini telah menjaga minat jangka panjang terhadap emas tetap kuat, bahkan ketika volatilitas jangka pendek ditekan oleh ketidakpastian atas kebijakan suku bunga AS.

Menurut analis di Goldman Sachs Group, tren pembelian emas oleh bank sentral kemungkinan akan berlanjut hingga November. Mereka memperkirakan bank sentral membeli sekitar 64 ton emas pada bulan September, lebih dari tiga kali lipat jumlah yang dibeli pada bulan Agustus, dengan Tiongkok sendiri menambahkan sekitar 15 ton. "Kami terus melihat akumulasi emas yang tinggi oleh bank sentral sebagai tren multi-tahun, karena mereka mendiversifikasi cadangan untuk melindungi dari risiko geopolitik dan keuangan," tulis tim analis termasuk Lina Thomas. Pukul 08.19 waktu Singapura, emas turun tipis 0,3% menjadi $4.032,42 per troy ounce. Indeks Spot Dolar Bloomberg stagnan, sementara perak dan paladium melemah dan platinum sedikit menguat. (asd)

Sumber: Bloomberg.com

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
GOLD

Emas Masih Tunggu Hasil FOMC

Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil pada hari Rabu, diperdagangkan mendekati $3.330 per troy ounce di sesi Eropa, setelah se...

30 July 2025 21:21
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai