Fed Siap Potong Bunga Lagi: Pasar Senang, Dolar Rapuh, Emas Galau
Bank sentral Amerika Serikat (The Fed) diperkirakan akan kembali menurunkan suku bunga acuannya sebesar 0,25% (25 basis poin) dalam pertemuan FOMC yang berakhir malam ini (29 Oktober 2025 waktu Eropa). Kalau itu terjadi, target suku bunga The Fed bakal turun ke kisaran kira-kira 3,75%–4,00%. Ini akan jadi pemangkasan kedua berturut-turut setelah cut pertama bulan lalu, dan jadi sinyal bahwa The Fed mulai masuk fase penyelamatan ekonomi, bukan lagi mode ngerem inflasi total.
Mayoritas ekonom global dan pelaku pasar sudah mengantisipasi langkah ini; survei menunjukkan lebih dari 100 dari 117 ekonom memperkirakan The Fed memangkas bunga 25 bps di pertemuan Oktober. Para trader obligasi bahkan sudah mulai bertaruh The Fed tidak berhenti di sini pasar masih menghitung peluang ada pemangkasan lagi sebelum akhir tahun.
Alasan The Fed mulai nurunin bunga sederhana: ekonomi AS mulai keliatan melambat pelan-pelan. Inflasi sudah tidak sekeras beberapa bulan lalu, sementara pasar tenaga kerja mulai terasa longgar. Laporan sektor swasta nunjukin rekrutmen melambat dan PHK meningkat, tapi di sisi lain konsumsi masih hidup, terutama dari segmen rumah tangga berpendapatan tinggi.
Buat The Fed, ini situasi tricky: mereka nggak mau ekonomi jatuh mendadak, tapi juga nggak mau kasih sinyal panik. Itulah kenapa gaya mereka kemungkinan pelonggaran hati-hati potong, tapi bilang semua keputusan tetap tergantung data.
Powell hampir pasti akan menekankan risiko ke pasar kerja (tenaga kerja mulai melemah) ketimbang bahas inflasi, supaya publik lihat pemotongan ini sebagai langkah proteksi ekonomi, bukan hadiah politik.
Drama tambah panas karena faktor politik. Presiden Donald Trump sudah menyiapkan daftar lima nama kandidat untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Fed ketika masa jabatannya habis Mei tahun depan.
Daftar itu termasuk dua anggota Fed saat ini (Christopher Waller dan Michelle Bowman), mantan pejabat Fed Kevin Warsh, penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett, dan eksekutif BlackRock Rick Rieder. Dengan shortlist ini diumumkan ke publik, Powell sekarang bicara bukan cuma ke pasar, tapi juga ke calon penggantinya dan itu bikin setiap kata di konferensi pers nanti jadi sensitif.
Investor akan membaca: apakah ini cuma satu kali cut lagi, atau awal dari seri pemangkasan agresif menuju 3,5% atau bahkan lebih rendah di 2026? Jawaban nada Powell di podium nanti bakal langsung ngefek ke dolar AS, emas, dan saham global malam ini.(CP)
Sumber: Newsmaker.id