Fed’s Miran: Gejolak Dagang dengan Tiongkok Picu Cut Rate
Gubernur Federal Reserve Stephen Miran pada hari Rabu (15/10) mengatakan bahwa kebuntuan terbaru dalam pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok membawa risiko baru terhadap prospek ekonomi, sehingga membuat pemangkasan suku bunga semakin mendesak.
Berbicara dalam acara “Invest in America Forum” yang diselenggarakan oleh CNBC di Washington, D.C., Miran menyoroti ancaman dari keputusan Tiongkok untuk membatasi akses terhadap logam tanah jarang (rare earths) langkah yang kemudian dibalas oleh Presiden Donald Trump dengan ancaman tarif 100% terhadap impor Tiongkok.
Miran mengatakan bahwa sengketa ini menambah tingkat ketidakpastian di tahun yang sudah dipenuhi ketegangan ekonomi.
“Saya semula berasumsi bahwa ketidakpastian telah mereda, sehingga saya merasa lebih optimis terhadap beberapa aspek prospek pertumbuhan. Namun kini, situasinya kembali memanas karena Tiongkok membatalkan kesepakatan yang sudah dibuat,” ujarnya kepada jurnalis CNBC, Sara Eisen.
“Jadi, menurut saya, sebagai pembuat kebijakan, kita perlu mempertimbangkan risiko baru yang kini muncul.”
Dari perspektif kebijakan, Miran menegaskan bahwa situasi ini justru memperkuat keyakinannya bahwa The Fed perlu bertindak lebih agresif dalam memangkas suku bunga.
Selama masa jabatannya yang baru dimulai sebulan lalu dan akan berakhir pada bulan Januari Miran telah mendorong pemangkasan suku bunga sebesar 1,25 poin persentase di atas pemangkasan seperempat poin yang telah disetujui oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada bulan September.
“Karena saya melihat kebijakan moneter saat ini masih sangat ketat, hal itu membuat kita lebih rentan terhadap guncangan,” jelasnya.
“Jika ekonomi terkena guncangan ketika kebijakan masih terlalu ketat, maka dampaknya akan berbeda dibandingkan jika kebijakan berada dalam kondisi lebih netral. Saya rasa, saat ini lebih penting dari minggu lalu bagi kita untuk segera beralih ke posisi kebijakan yang lebih netral.”
FOMC, di mana Miran memiliki hak suara sebagai gubernur, dijadwalkan akan menggelar pertemuan berikutnya pada 28–29 Oktober, di mana secara luas diperkirakan akan disetujui kembali pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin.(yds)
Sumber: CNBC