• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

15 October 2025 00:34  |

QT Mendekati Garis Akhir, Powell Bungkam Soal Cut Rate

Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Selasa (14/10) yang mengisyaratkan bank sentral mendekati titik untuk menghentikan pengurangan kepemilikan obligasinya, namun tidak memberi indikasi jangka panjang soal arah suku bunga.

Berbicara di konferensi National Association for Business Economics (NABE) di Philadelphia, Powell memaparkan posisi The Fed terkait quantitative tightening (QT), yakni upaya mengurangi lebih dari US$6 triliun sekuritas di neraca bank sentral.

Ia tidak menyebut tanggal spesifik kapan program akan dihentikan, tetapi mengatakan ada tanda-tanda The Fed mendekati target “cadangan memadai (ample)” bagi perbankan. “Rencana kami yang telah lama dinyatakan adalah menghentikan penurunan neraca ketika cadangan berada sedikit di atas level yang kami nilai konsisten dengan kondisi cadangan yang memadai. Kita bisa mendekati titik itu dalam beberapa bulan ke depan, dan kami memantau beragam indikator untuk mendukung keputusan ini,” kata Powell dalam sambutan tertulisnya.

Meski isu neraca tampak teknis, dampaknya penting bagi pasar keuangan. Saat kondisi keuangan ketat, The Fed menargetkan “cadangan berlimpah (abundant)” agar bank memiliki akses likuiditas. Ketika kondisi berubah, target bergeser ke “cadangan memadai (ample)” agar likuiditas tidak berlebihan. Pada masa pandemi, The Fed agresif membeli US Treasury dan MBS sehingga neraca membengkak mendekati US$9 triliun.

Sejak pertengahan 2022, The Fed membiarkan surat berharga jatuh tempo tanpa diganti (roll-off) untuk mengetatkan kebijakan. Powell mencatat muncul tanda-tanda kondisi likuiditas makin ketat—pengurangan cadangan lebih lanjut bisa menghambat pertumbuhan namun The Fed tidak berencana kembali ke ukuran neraca pra-Covid sekitar US$4 triliun.

Terkait kebijakan pembayaran bunga atas cadangan bank, Powell menanggapi usulan sejumlah anggota Kongres (mis. Senator Ted Cruz) yang ingin menghentikannya. Biasanya, The Fed menyetor bunga yang diperoleh ke kas Departemen Keuangan. Namun karena kenaikan suku bunga yang cepat, The Fed sempat mencatat kerugian operasional.

Powell menilai penghentian pembayaran bunga cadangan adalah kesalahan karena akan menghambat pelaksanaan kebijakan moneter. “Walau pendapatan bunga bersih kami sementara negatif akibat kenaikan cepat suku bunga kebijakan untuk mengendalikan inflasi, ini sangat tidak biasa. Pendapatan bersih kami akan segera kembali positif seperti biasanya. Jika kemampuan kami membayar bunga atas cadangan dan kewajiban lain dihapus, The Fed akan kehilangan kendali atas suku bunga,” tegasnya.

Pandangan soal ekonomi

Mengenai suku bunga, Powell tetap pada garis besar pesan terbaru: pembuat kebijakan khawatir kondisi pasar tenaga kerja dan keseimbangan risiko antara lapangan kerja serta inflasi. “Meskipun tingkat pengangguran tetap rendah hingga Agustus, kenaikan payroll melambat tajam kemungkinan sebagian karena pertumbuhan angkatan kerja menurun akibat lebih rendahnya imigrasi dan partisipasi.

Dalam pasar tenaga kerja yang kurang dinamis dan agak lebih lunak ini, risiko penurunan terhadap ketenagakerjaan tampak meningkat,” kata Powell. Ia mencatat FOMC pada September merespons dengan memangkas 25 bps suku bunga acuan. Walau pasar kuat mengantisipasi dua kali pemangkasan lagi tahun ini dan beberapa pejabat The Fed mendukung Powell tidak berkomitmen.

The Fed juga terkendala oleh shutdown pemerintah yang mengganggu rilis data ekonomi. Para pembuat kebijakan bergantung pada indikator seperti nonfarm payrolls, penjualan ritel, dan berbagai indeks harga. Powell mengatakan The Fed terus menganalisis kondisi berdasarkan data yang tersedia: “Berdasarkan data yang kami miliki, wajar untuk mengatakan prospek ketenagakerjaan dan inflasi tidak banyak berubah sejak pertemuan September.

Namun data sebelum shutdown menunjukkan pertumbuhan aktivitas ekonomi mungkin sedikit lebih kuat dari perkiraan.” BLS telah memanggil pegawai untuk menyiapkan laporan CPI bulanan yang akan dirilis pekan depan. Powell menambahkan, data yang ada menunjukkan harga barang meningkat, terutama karena tarif (bea masuk), bukan tekanan inflasi yang mendasar.(yds)

Sumber: CNBC.com

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
FISCAL & MONETARY

BOJ Pertahankan Suku Bunga, Pangkas Prospek Pertumbuhan PDB

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah pada 0,5% selama pertemuannya di bulan Mei...

1 May 2025 10:46
BIAS23.com NM23 Ai