Prediksi Analis FOMC “malam ini”
Menjelang rilis risalah FOMC malam ini (WIB), banyak analis menilai The Fed makin terbuka untuk turunkan suku bunga. Isinya kemungkinan tetap hati-hati dan menegaskan keputusan akan bergantung pada data.
Di internal, ada anggota yang mendorong pemangkasan lebih cepat. Pasar sendiri melihat peluang besar pemangkasan 25 bps di September. Tapi The Fed masih menimbang risiko inflasi.
Data CPI yang jinak mendukung pemangkasan, namun PPI yang naik dan isu tarif bisa menahan langkah agresif. Karena itu, nada risalah kemungkinan seimbang.
Setelah risalah, perhatian pindah ke pidato Jerome Powell di Jackson Hole (22 Agustus waktu AS). Pidato ini bisa mengunci arah jelang rapat 16–17 September.
Dampak pasar jangka pendek: jika risalah netral, USD & yield cenderung stabil dan emas sideways. Jika hawkish, USD naik dan emas tertekan. Jika dovish, USD melemah dan emas terbantu.
Pandangan rumah riset & bank besar:
- J.P. Morgan: Memajukan proyeksi cut 25 bps ke September, lalu beberapa pemangkasan lagi setelahnya, menyitir pelemahan pasar tenaga kerja dan ketidakpastian politik.
Reuters
- Nomura: Melihat cut September tetap baseline; pasar sudah mem-price total ~60 bps penurunan tahun ini dan peluang cut 25 bps >90% menurut LSEG/CME.
Reuters
- Goldman Sachs: Goldman Sachs menilai The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada September dan total tiga kali di 2025 (masing-masing 25 bps), lalu dua kali lagi di 2026. Proyeksi ini menempatkan terminal rate di 3,0%–3,25%.
Poin penting:
- Peluang cut 25 bps di September tetap besar.
- Nada risalah diperkirakan data-dependent dan seimbang.
- CPI mendukung pemangkasan; PPI & tarif jadi penahan.
- Pidato Powell di Jackson Hole bisa memperjelas arah kebijakan.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id