• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 February 2026 15:48  |

Koreksi Bukan Tamat: JPMorgan Naikkan Target $6.300 Di Akhir Tahun

JPMorgan Chase & Co. menaikkan target harga emas akhir 2026 ke $6.300 per ons, meski pasar baru saja diguncang volatilitas besar. Bank ini menilai koreksi tajam yang terjadi belakangan lebih mirip “pendinginan” setelah reli terlalu cepat, bukan tanda tren besar emas sudah selesai.

Emas dan perak memang sempat jatuh keras di akhir pekan lalu, dipicu kombinasi profit taking dan rebound dolar AS. Namun menurut tim riset JPMorgan, fondasi utama emas justru masih kuat: permintaan bank sentral dan investor dinilai tetap “lengket” dan terus mengalir, sehingga arah naik jangka menengah dianggap belum patah.

Kunci dari revisi target ini ada pada aktivitas pembelian sektor resmi yang lebih besar dari dugaan. JPMorgan mencatat bank sentral membeli sekitar 230 ton pada kuartal IV, membuat total pembelian tahun 2025 mencapai sekitar 863 ton—bahkan saat harga sudah melampaui $4.000/ons. Untuk 2026, JPMorgan memperkirakan permintaan bank sentral masih tinggi di sekitar 800 ton, menandakan tren diversifikasi cadangan belum melambat.

Dari sisi investor, sinyalnya juga menguat. JPMorgan menyoroti peningkatan kepemilikan ETF emas, permintaan fisik batangan dan koin yang tetap solid, serta alokasi portofolio yang makin besar ke emas sebagai pelindung dari risiko makro dan geopolitik. Intinya: emas makin dilihat sebagai “asuransi” yang dipakai lebih banyak pihak, bukan sekadar instrumen trading.

Analis JPMorgan yang dipimpin Gregory Shearer menilai, meskipun harga sudah naik jauh dan “udara terasa makin tipis,” pasar emas belum mencapai level yang biasanya membuat reli struktural runtuh karena bebannya sendiri. Mereka berargumen, permintaan masih berada di atas ambang historis yang dibutuhkan untuk menjaga pasar tetap ketat—jadi kenaikan harga belum otomatis berarti “bubble sudah pasti pecah.”

Untuk perak, nada JPMorgan lebih hati-hati. Mereka mengingatkan perak tidak punya “pembeli struktural” sebesar bank sentral seperti emas ketika harga jatuh, sehingga potensi guncangan jangka pendek dinilai lebih besar. Meski demikian, JPMorgan masih melihat rata-rata harga dasar perak berpotensi bertahan di kisaran $75–$80/ons, dan menilai perak kecil kemungkinan menghapus seluruh kenaikan terbaru, meskipun pergerakannya tetap berisiko lebih liar dibanding emas. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL

Bessent Sentil BOJ: Tertinggal Hadapi Inflasi

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Bank of Japan tertinggal dalam menangani inflasi, dalam sebuah komentar langka y...

14 August 2025 08:26
FISCAL

Pejabat BOJ Beri Sinyal Jeda dalam Kenaikan Suku Bunga untuk...

Gubernur Kazuo Ueda dan seorang kolega memberi sinyal bahwa Bank Jepang akan berhenti sejenak dalam mempertimbangkan kenaikan...

17 April 2025 15:20
FISCAL

BOJ Naikkan Suku Bunga, Tapi Ueda Kasih Sinyal Apa?

Dalam konferensi pers BOJ hari ini (19 Desember 2025), Gubernur Kazuo Ueda menegaskan BOJ menaikkan suku bunga 25 bps menjadi...

19 December 2025 14:38
FISCAL

Bowman Bicara: Fed Mau “Rapihin” Aturan Bank

Event “FOMC Member Bowman Speaks” tidak menghasilkan angka seperti data ekonomi (Actual/Forecast biasanya NA). Karena ini...

8 January 2026 08:22
BIAS23.com NM23 Ai